Kegiatan yang difasilitasi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau ini dihadiri Kepala STP Riau Dr. Ir. Eni Sumarsih, M.Sc., beserta tim peneliti, Lurah Agrowisata, unsur LPM, RT, RW, pelaku UMKM, dan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata.
FGD menjadi wadah untuk memetakan potensi wisata, memvalidasi data lapangan, serta menyusun rencana aksi bersama dalam membangun tata kelola destinasi yang profesional dan berkelanjutan. Berbagai potensi unggulan Kelurahan Agrowisata turut dibahas, mulai dari Kampung Bebas Asap Rokok, Program Kampung Iklim (Proklim), Masjid Agung Al Kausar, Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST), lahan perkebunan semangka, kolam pemancingan, hingga atraksi budaya seperti Kuda Lumping, Silat Pangean, dan Silat Assad.
Selain itu, sektor kuliner lokal dan konsep pariwisata halal juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan di wilayah tersebut.
Lurah Agrowisata, Zulken, SP., menyambut positif kolaborasi dengan STP Riau. Menurutnya, hasil FGD akan ditindaklanjuti melalui kerja sama resmi guna mempercepat pengembangan Kelurahan Agrowisata sebagai desa wisata berkelanjutan.
"Kami akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan STP Riau agar Kelurahan Agrowisata mendapatkan pendampingan secara penuh dalam mewujudkan desa wisata berkelanjutan. Kami memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik destinasi wisata, atraksi budaya, maupun edukasi pertanian yang terintegrasi dengan program Desa Proklim," ujar Zulken.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang akan menjadi fokus pengembangan ke depan meliputi wisata edukasi pertanian, pariwisata halal, pembangunan kawasan camping ground, serta pengembangan homestay syariah yang dapat menjadi pilihan akomodasi bagi wisatawan.
Menurut Zulken, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun destinasi yang tidak hanya menarik dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan bagi warga setempat.
FGD yang berlangsung hingga sore hari tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan cetak biru pengembangan Desa Wisata Agrowisata. Dengan dukungan STP Riau dan keterlibatan aktif masyarakat, Kelurahan Agrowisata optimistis dapat tumbuh sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Pekanbaru yang mengedepankan konsep edukasi, budaya, lingkungan, dan pariwisata halal secara terpadu.
