LUGAS | Jakarta Timur — Gerakan menjaga lingkungan di Kecamatan Makasar kini memasuki babak baru. Jika selama ini masyarakat diajak membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, kini tantangan berikutnya adalah memilah sampah sesuai jenisnya sejak dari rumah. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jumantik yang digelar di RW 09 Kelurahan Kebon Pala, Jumat (17/7/2026).
Camat Makasar, Dimas Prayudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi berhenti pada persoalan kebersihan semata, tetapi sudah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat dan bernilai ekonomi.
"Setiap RW memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatannya tidak bisa disamakan. Namun satu tugas yang sama bagi seluruh warga adalah mulai memilah sampah dari rumah masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar sarana pendukung pemilahan sampah dapat semakin tersedia. Ia berharap anggaran perubahan APBD juga dapat mempercepat pengadaan peralatan pendukung.
Dimas menjelaskan, sampah organik yang dipilah akan diolah menjadi bubur organik sebagai bahan pakan ternak, seperti bebek dan babi, yang dimanfaatkan oleh peternak di luar Jakarta. Namun jika sampah organik tercampur dengan sampah residu, nilai ekonominya hilang dan tidak lagi dapat diolah.
"Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa memilah sampah bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi juga menjaga agar sampah tetap memiliki nilai," katanya.
Ia juga mengajak media, tokoh masyarakat, hingga kader lingkungan untuk terus membantu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya budaya memilah sampah.
Tren Pilah Sampah Perlu Didukung Hingga Tingkat Pengangkutan
Ketua LMK RW 09, Sujarno, menyampaikan bahwa kebiasaan memilah sampah di wilayahnya mulai berjalan berkat keteladanan Ketua RW, LMK, para Ketua RT, dan tokoh masyarakat.
Namun ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah pada proses pengangkutan.
"Warga sudah memilah, tetapi ketika diangkut ke gerobak sering kembali dicampur menjadi satu. Edukasi kepada petugas gerobak sampah juga penting agar semangat warga tidak sia-sia," katanya.
Ia juga berharap sekolah maupun perusahaan di wilayah Kebon Pala dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan, misalnya melalui pembangunan biopori berukuran besar sebagai media edukasi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Camat Makasar menjelaskan bahwa sosialisasi kepada petugas gerobak sampah sebenarnya telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup sejak April lalu dan akan terus diperkuat.
Kecamatan Makasar Pernah Peringkat Tertinggi IR DBD
Selain isu sampah, kegiatan PSN juga menjadi momentum memperkuat kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).
Camat Makasar mengungkapkan, sekitar sebulan lalu Kecamatan Makasar sempat menempati peringkat pertama Incidence Rate (IR) DBD di Jakarta Timur. Kondisi tersebut menjadi alarm agar masyarakat tidak lengah.
Karena itu, kegiatan Jumantik dilaksanakan dua kali dalam sepekan secara serentak. Pelaksanaan serentak dinilai penting agar pemeriksaan jentik dilakukan pada waktu yang sama di seluruh wilayah. Dengan demikian, nyamuk tidak memiliki kesempatan berpindah ke lingkungan yang belum diperiksa, sementara hasil pemantauan juga menjadi lebih akurat untuk evaluasi bersama.
Warga kembali diingatkan menjalankan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta langkah pencegahan lainnya.
Kegiatan PSN di RW 09 sendiri menemukan satu titik jentik nyamuk di lingkungan SMPN 275. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti pihak sekolah setelah mendapat laporan dari kader Jumantik.
PSN Bukan Tugas Kader Semata
Kepala Puskesmas Pembantu Kebon Pala, dr. Benny, menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk bukan hanya menjadi tugas kader Jumantik ataupun pemerintah kelurahan.
"PSN adalah tanggung jawab seluruh warga. Lingkungan yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat ikut memeriksa rumahnya masing-masing," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang berhak memperoleh BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar segera mengurusnya ke puskesmas dengan membawa KTP, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih mudah. Ia menjelaskan bahwa fasilitas Puskesmas Kecamatan Makasar berlaku bagi seluruh warga di wilayah kecamatan tersebut.
Selain itu, dr. Benny mengingatkan bahwa setiap penerbitan surat kematian harus didahului pemeriksaan jenazah sesuai prosedur medis.
Kapolsek: Jangan Beri Peluang Kejahatan
Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak yang telah kembali masuk sekolah sehingga terhindar dari tawuran maupun kenakalan remaja.
Ia juga menyoroti masih maraknya berbagai bentuk penipuan akibat masyarakat terlalu mudah percaya, termasuk penawaran ibadah umrah dengan harga tidak masuk akal.
Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor masih terjadi karena adanya kesempatan.
"Pencurian bukan hanya karena niat pelaku, tetapi juga karena adanya kesempatan. Jangan meninggalkan barang berharga di kendaraan dan selalu waspada," ujarnya.
Kompol Sumardi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengenali orang asing yang keluar masuk wilayah permukiman sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan bersama.
Menjaga Lingkungan Dimulai dari Rumah
Suasana kegiatan berlangsung hangat ketika Ketua RW 09, Rohedi, menyampaikan pantun yang mengundang senyum peserta.
Pergi ke taman memetik kelapa,
kelapa muda manis rasanya.
Jadi Jumantik di rumah siapa?
Tentu di rumah masing-masing."
Pantun sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan, mencegah DBD, memilah sampah, hingga menciptakan kawasan yang aman sesungguhnya dimulai dari rumah masing-masing. Dari langkah-langkah kecil itulah perubahan besar bagi lingkungan dapat diwujudkan.Berita ini disusun dengan pendekatan humaniora, menonjolkan sisi kemanusiaan, perubahan perilaku masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan warga dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Galeri kegiatan:














