LUGAS | BITUNG — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bitung terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah favorit di Kota Bitung melalui delapan program unggulan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan akademik, serta pengembangan keterampilan peserta didik.
Kepala MTsN 1 Bitung, Suharto Katijo, mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya terus meningkat. Setiap tahun jumlah pendaftar jauh melampaui daya tampung yang tersedia sehingga proses penerimaan peserta didik dilakukan secara ketat sesuai regulasi Kementerian Agama.
"Yang kami bangun bukan hanya prestasi akademik, tetapi karakter. Target kami melahirkan lulusan yang beriman, berilmu, terampil, serta mampu bersaing di mana pun berada," ujar Suharto saat memaparkan program unggulan madrasah.
Menurutnya, seluruh proses pendidikan di MTsN 1 Bitung mengacu pada delapan profil lulusan madrasah yang kemudian diterjemahkan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Adapun delapan program unggulan yang menjadi ciri khas MTsN 1 Bitung meliputi:
Pertama, penguatan karakter religius melalui pembiasaan mengaji setiap pagi, hafalan Al-Qur'an secara bertahap, Salat Dhuha, salat berjamaah, serta penanaman nilai-nilai kejujuran dan akhlak mulia.
Kedua, penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme agar peserta didik memiliki rasa cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta memahami nilai-nilai kebangsaan.
Ketiga, pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran yang mendorong siswa mampu menganalisis persoalan dan mencari solusi secara rasional.
Keempat, membangun semangat gotong royong, kolaborasi, dan kepedulian sosial melalui berbagai aktivitas sekolah maupun organisasi kesiswaan.
Kelima, membentuk karakter mandiri sehingga siswa mampu bertanggung jawab terhadap proses belajar maupun kehidupan sehari-hari.
Keenam, membiasakan pola hidup sehat, disiplin, tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Ketujuh, meningkatkan literasi sains dan teknologi agar peserta didik mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan era digital.
Kedelapan, menanamkan budaya antikorupsi sejak dini melalui pendidikan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta pengelolaan sekolah yang bebas pungutan dan menjunjung transparansi.
Selain program tersebut, MTsN 1 Bitung juga mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Pramuka, PMR, olahraga, seni budaya, bela diri, hingga pembinaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Program "Kamis Ceria" turut menjadi wadah bagi siswa menampilkan kemampuan membaca Al-Qur'an, hafalan, pidato, vokal grup, tarian, dan berbagai bakat lainnya.
Di bidang akademik, sekolah juga tengah bersiap meningkatkan sarana belajar melalui pembangunan ruang kelas baru. Suharto mengungkapkan usulan pembangunan enam ruang belajar telah masuk dalam daftar prioritas nasional setelah seluruh dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.
Ia menegaskan, seluruh program tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.
"Visi kami adalah melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, dan terampil. Itulah fondasi menuju generasi Indonesia Emas. Pendidikan bukan sekadar menghasilkan lulusan, tetapi membentuk karakter yang akan melekat sepanjang hayat," kata Suharto.
Dengan motto "Maju, Bermutu, Mendunia," MTsN 1 Bitung terus berupaya menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik.
