Kegiatan pendataan dan pencarian solusi bagi anak putus sekolah digelar di Saung Merah Putih, Jalan Sri Kurnia RT 01 RW 05, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Rabu (8/7). Program ini melibatkan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, TP PKK Kecamatan Rumbai Barat, pemerintah kelurahan, kepala sekolah, kader Posyandu, serta pengurus RT dan RW.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafran Tomy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan.
![]() |
| Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafran Tomy |
"Alhamdulillah hari ini kami dari Dinas Pendidikan bersama Ketua TP PKK Kecamatan Rumbai Barat, kader Posyandu Kelurahan Agrowisata, Pak Lurah, serta K3S Rumbai Barat turun langsung ke lapangan untuk mencarikan solusi bagi warga yang terkendala melanjutkan sekolah. Hari ini sudah lebih dari 20 anak mendapatkan solusi dan kami pastikan pada 13 Juli nanti mereka sudah mulai masuk sekolah," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan jemput bola seperti ini menjadi langkah efektif untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan administrasi hingga akses terhadap sekolah.
Lurah Agrowisata, Zulken, SP, mengapresiasi respons cepat Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dalam membantu warganya. Ia menegaskan, tidak boleh ada anak di wilayahnya yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
![]() |
| Apresiasi warga bersama Lurah Agrowisata |
"Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi bagi anak-anak kita yang sebelumnya terkendala melanjutkan sekolah. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan jalan keluar," kata Zulken.
Tidak hanya fokus pada penyelesaian anak putus sekolah, Pemerintah Kelurahan Agrowisata juga menyiapkan langkah jangka panjang dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
"Kami berencana ke depan setiap Posyandu akan memiliki PAUD sebagai sarana pendidikan bagi anak usia 0 hingga 5 tahun. Harapannya, pembinaan anak dapat dimulai sejak dini sehingga mereka lebih siap memasuki jenjang pendidikan formal," tambahnya.
Program tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah seorang warga Kelurahan Agrowisata menyampaikan rasa syukur atas kepedulian pemerintah yang telah membantu anak-anak mereka kembali memperoleh akses pendidikan.
"Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Pekanbaru beserta Ibu, Bapak Camat Rumbai Barat, Bapak Lurah Agrowisata, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru beserta jajaran, kader Posyandu, dan Ibu PKK yang telah memfasilitasi kami sehingga anak kami bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah," ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Rumbai Barat, Lurah Agrowisata, Kepala SD Negeri 107, K3S Rumbai Barat, kader Posyandu, serta para Ketua RT dan RW.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa persoalan anak putus sekolah dapat diatasi melalui kerja sama yang terintegrasi. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.


