LUGAS | SEMARANG – Atlet-atlet PERSINAS ASAD kembali menorehkan prestasi pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah cabang olahraga pencak silat yang berlangsung di Tennis Indoor GOR Jatidiri, Kota Semarang, pada 1–3 Juli 2026.
Kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik jenjang SD dan SMP dari 30 kabupaten/kota se-Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., serta dihadiri Wakil Ketua Umum VI Pengurus IPSI Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd.
Pada O2SN tahun ini, cabang olahraga pencak silat hanya mempertandingkan kategori tangan kosong untuk jenjang SD dan SMP. Persaingan berlangsung ketat dengan kualitas atlet yang dinilai semakin merata dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik jenjang SD dan SMP dari 30 kabupaten/kota se-Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., serta dihadiri Wakil Ketua Umum VI Pengurus IPSI Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd.
Pada O2SN tahun ini, cabang olahraga pencak silat hanya mempertandingkan kategori tangan kosong untuk jenjang SD dan SMP. Persaingan berlangsung ketat dengan kualitas atlet yang dinilai semakin merata dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Official PERSINAS ASAD Kota Surakarta, Yoga Yudha Perwira, mengatakan peningkatan kualitas atlet terlihat dari jalannya pertandingan yang berlangsung kompetitif sejak babak awal.
"Untuk tahun ini persaingan dari jenjang SD sampai SMP sangat merata. Semua atlet bermain dengan bagus. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini yang dipertandingkan hanya kategori tangan kosong," katanya.
Menurut dia, pencapaian atlet PERSINAS ASAD pada ajang tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pesilat muda untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang disiplin dan berkesinambungan.
"Harapannya semakin banyak atlet PERSINAS ASAD yang ikut serta di O2SN Provinsi Jawa Tengah. Terus berlatih dengan rutin, jangan malas berlatih, dan semoga tahun depan jumlah atlet PERSINAS ASAD yang lolos semakin banyak," ujarnya.
Sementara itu, Drs. H. Sutiyono, M.Pd., yang juga adalah Ketua PERSINAS ASAD Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwasanya jumlah atlet PERSINAS ASAD yang berhasil lolos ke O2SN tingkat provinsi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya terdapat sekitar delapan hingga sepuluh kabupaten/kota yang mengirimkan atlet PERSINAS ASAD, namun tahun ini hanya tiga kabupaten/kota yang berhasil mengirimkan atletnya," katanya.
Ia berharap seluruh pengurus kabupaten dan kota PERSINAS ASAD di Jawa Tengah semakin meningkatkan pembinaan atlet usia dini sehingga semakin banyak pesilat yang mampu lolos mewakili daerahnya pada O2SN tingkat provinsi di masa mendatang.
Pada O2SN 2026, atlet-atlet PERSINAS ASAD berhasil mencatatkan hasil membanggakan. Pada jenjang SD, Alief Agas Pranaja dari Kota Surakarta berhasil meraih prestasi. Sementara pada jenjang SMP, Mohammad Ibram Azmi Putra dari Kabupaten Kendal dan Berlian Balqis Azizah dari Kota Surakarta juga berhasil menunjukkan performa terbaiknya.
Adapun pada kategori SMP, juara putra diraih Brilliant Arfan Syaifulloh dari Boyolali sebagai Juara I, Bintang Adira Rafif Arkana dari Klaten sebagai Juara II, dan Haidar Azka Tsaqif dari Banjarnegara sebagai Juara III.
Pada kategori SMP putri, Jovanka Fayza Khanza Purnama dari Klaten berhasil meraih Juara I, Berlian Balqis Azizah dari Kota Surakarta meraih Juara II, sedangkan Juara III diraih Jenny Septya Ningsih dari Cilacap.
Prestasi yang diraih para atlet tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar PERSINAS ASAD di Jawa Tengah untuk terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, sehingga mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang siap bersaing pada ajang olahraga pelajar maupun kejuaraan pencak silat di tingkat nasional. (Humas ASAD Jateng)