Rizal Alghazza Tokoh Kota Bekasi: Nobar, Bentuk Dukungan dan Nasiolisme Jemput Keberkahan

LUGAS | Kota Bekasi - Secara umum, Nobar (nonton bareng) dimaknai sebagai kegiatan menyaksikan suatu tayangan bersama-sama di satu lokasi. 

Halnya Polsek Bekasi Barat yang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Belgia di Balai Warga Puri Idaman RW.03 Bintarajaya Bekasi Barat, Kota Bekasi. 

Menurut Rizal Alghazza tokoh masyarakat yang juga Ketua Pokdarkambtibmas Bhayangkara Sektor Bekasi Barat bahwa  “NO(BAR) = Tanpa Bar-Bar”. Kalimat ini bukan sekadar permainan kata, melainkan sebuah prinsip bahwa menonton film pun harus dilakukan secara syar’i dan beradab.

"Dalam bahasa pergaulan, “bar-bar” sering dikaitkan dengan perilaku yang tidak beraturan, berisik, atau melanggar norma. Maka, NO(BAR) yang tidak bar-bar bagi seorang Muslim berarti menerapkan adab islami dalam menikmati sebuah karya seni. Menonton secara syar’i bukan berarti kaku, melainkan menjaga agar mata, telinga, dan hati kita tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diridhai Allah SWT," jelas Rizal di Lokasi Nobar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Rizal, tokoh masyarakat yang juga aktif di perguruan Persinas ASAD, menjelaskan bahwa Nonton nareng bisa menjadi sarana belajar yang sangat efektif dan menyenangkan. Belajar lebih memiliki lagi Nasionalisme yang tinggi dan dukungan. Namun, kesenangan tersebut akan menjadi sia-sia—bahkan berbuah dosa—jika dilakukan dengan cara yang “bar-bar” atau melanggar aturan agama.

Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terlihat sepanjang jalannya pertandingan. Momentum nobar dimanfaatkan sebagai sarana mempererat komunikasi, memperkuat sinergi TNI-Polri, para tokoh dengan elemen masyarakat, sekaligus membangun soliditas dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di suatu Wilayah. (Agus W)
















0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1