LUGAS | BATANG HARI — Di balik setiap kemenangan dan kekalahan dalam arena pencak silat, ada peran penting yang kerap luput dari perhatian. Mereka adalah wasit dan juri yang memastikan setiap pertandingan berjalan sesuai aturan, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Peran tersebut tampak sepanjang pelaksanaan Batanghari Super Tangguh Championship 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, pada 29–30 Juli 2026. Kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Batang Hari itu diikuti ratusan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat.
Selama dua hari penyelenggaraan, para wasit dan juri memimpin jalannya pertandingan sekaligus memberikan penilaian berdasarkan peraturan pertandingan pencak silat yang berlaku. Ketelitian, konsistensi, dan kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat menjadi tuntutan utama agar setiap laga berlangsung secara objektif.
Profesionalisme perangkat pertandingan menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kejuaraan. Dengan mengedepankan integritas dan sikap netral, para wasit dan juri berupaya menjaga kepercayaan atlet, pelatih, maupun penonton terhadap hasil pertandingan.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet. Para pesilat memperoleh pengalaman bertanding yang berharga sekaligus kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sebagai bekal menuju kejuaraan pada level yang lebih tinggi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Suksesnya Batanghari Super Tangguh Championship 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari panitia penyelenggara, wasit dan juri, pelatih, atlet, hingga dukungan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kejuaraan sebagai agenda pembinaan olahraga pencak silat di Kabupaten Batang Hari.
Melalui kompetisi yang dikelola secara profesional, diharapkan lahir atlet-atlet pencak silat yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki karakter kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas yang menjadi ruh olahraga bela diri tradisional Indonesia.
Kontributor: Romli
Editor: Mahar Prastowo
