LUGAS | BITUNG — Genap berusia 70 tahun, Dra. Aneta Cornelia Pogalin, M.Pd. mendapat kado yang tak biasa. Murid, rekan guru, hingga para pensiunan guru mengabadikan perjalanan hidup dan pengabdiannya dalam sebuah buku biografi dan tribute bertajuk “Mendidik dengan Kasih, Memimpin dengan Disiplin Mutu, Bersahabat dengan Penguatan, Melayani dengan Hati.”
Buku tersebut diluncurkan bersamaan dengan ibadah syukur Hari Ulang Tahun ke-70 Aneta Pogalin di Bitung, 7 Agustus 2026. Buku itu menjadi semacam penanda atas perjalanan panjang Aneta di dunia pendidikan—bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sosok yang meninggalkan kesan di antara murid dan kolega yang pernah bersamanya.
Bagi keluarga besar Aneta Pogalin, terbitnya buku tersebut bukan sekadar dokumentasi perjalanan hidup. Buku itu dipandang sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan selama masa pengabdiannya sebagai pendidik.
“Atas nama anak-anak dan cucu-cucu dari Mama Aneta Pogalin, kami mengucapkan terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada murid serta rekan-rekan guru dan pensiunan sebagai tim penulis buku,” demikian ungkapan keluarga.
Keluarga menyebut peluncuran buku yang bertepatan dengan ibadah HUT ke-70 itu sebagai kado paling indah dan tak ternilai. Mereka menilai, waktu, tenaga, serta kenangan yang dituangkan para penulis ke dalam setiap lembar buku menjadi bukti bahwa jejak seorang guru tidak berhenti ketika masa pengabdian berakhir.
“Melihat dedikasi, waktu, dan setiap lembar tulisan yang Anda semua persembahkan, kami makin menyadari betapa luas jejak kebaikan dan inspirasi yang telah Mama tabur selama masa pengabdiannya sebagai pendidik,” ujar keluarga.
Buku tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan guru dan murid dapat melampaui batas ruang kelas dan masa pengabdian. Kenangan, keteladanan, serta nilai-nilai yang ditanamkan seorang pendidik dapat terus hidup melalui orang-orang yang pernah merasakan langsung pengabdiannya.
Keluarga besar Aneta Pogalin pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim penulis yang telah mengabadikan perjalanan hidupnya. “Terima kasih telah mengabadikan perjalanan hidup Mama dengan begitu indah. Semoga Tuhan membalas semua ketulusan dan kebaikan Bapak/Ibu sekalian dengan berkah yang berlimpah.”
