AI Bertemu Kearifan Lokal: FEB UNJ Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Panglipuran

LUGAS | Bangli, Bali - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, sebagai bagian dari International Community Service (ICS) 2026/Sustainable International Community Service (SICS) Bali 2026 yang berlangsung pada 29 Juni-2 Juli 2026. Program internasional ini mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dengan masyarakat Bali melalui pendekatan kolaboratif untuk memperkuat UMKM, sektor pariwisata, dan pengembangan masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian FEB UNJ mengangkat tema "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pengelolaan Data Pengunjung Wisatawan di Desa Panglipuran Bali untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan (SDGs 9)." Tim dipimpin oleh Dr. M. Edo S. Siregar, S.E., M.B.A., bersama Hania Aminah, S.Pd., M.M., Ph.D., Destria Kurnianti, S.E., M.Sc., Tia Permata Juwita, S.E., M.Sc., Fajri Hamdani, S.Pd., M.M., dua mahasiswa FEB UNJ, serta mitra internasional Kun-Cheng Chen, Ph.D. dari Asia University Taiwan.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Panglipuran yang belum sepenuhnya didukung sistem pengelolaan data yang terintegrasi. Data pengunjung masih terpisah dari aktivitas ekonomi UMKM sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyusun strategi pengembangan destinasi maupun peningkatan pendapatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim FEB UNJ mengembangkan purwarupa sistem pengelolaan data wisatawan berbasis AI yang dilengkapi dashboard visualisasi, database terintegrasi, dan analisis prediktif. Sistem tersebut dirancang untuk membantu Badan Pengelola Desa Wisata (BPDW) Panglipuran serta pelaku UMKM memahami karakteristik wisatawan, memetakan tren kunjungan, meningkatkan kualitas layanan, hingga menyusun strategi bisnis berbasis data (data driven decision making).

Selain menghadirkan inovasi teknologi, tim juga melaksanakan observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), workshop literasi digital, pelatihan pengelolaan data, serta pendampingan bagi pengelola desa dan pelaku UMKM. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) memastikan masyarakat terlibat aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga implementasi solusi, sehingga teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan tetap selaras dengan nilai kearifan lokal Tri Hita Karana yang menjadi identitas Desa Panglipuran.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, UMKM, mahasiswa, dan mitra internasional, FEB UNJ berharap program ini menjadi model penerapan smart tourism village di Indonesia. Integrasi teknologi Artificial Intelligence dengan kearifan lokal diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola destinasi, memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).







0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1