LIGAS | Jakarta – Sebanyak 80 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, yang tergabung dalam rombongan PB PERSINAS ASAD turut meramaikan Flash Mob Pencak Silat saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 6.000 pesilat dari berbagai perguruan pencak silat se-Jabodetabek. Ribuan pesilat secara bersama-sama menampilkan gerakan pencak silat di ruang publik, menghadirkan suasana semarak sekaligus memperkenalkan seni bela diri tradisional Indonesia kepada masyarakat.
Keikutsertaan 80 santri Ponpes Minhaajurrosyidiin menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan olahraga tradisional Indonesia.
Flash Mob Pencak Silat tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarperguruan silat. Para pesilat dari berbagai perguruan berbaur dan menampilkan gerakan pencak silat secara bersama-sama dalam satu ruang publik.
Kegiatan di kawasan Bundaran HI ini mendapat perhatian masyarakat yang sedang mengikuti CFD. Kehadiran ribuan pesilat memberikan warna tersendiri dalam aktivitas olahraga masyarakat pada Minggu pagi, sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat dapat menjadi sarana olahraga, seni, budaya, dan pembentukan karakter generasi muda.
Bagi para santri Ponpes Minhaajurrosyidiin yang tergabung dalam rombongan PB PERSINAS ASAD, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk tampil bersama pesilat dari berbagai perguruan sekaligus memperluas persaudaraan di lingkungan pencak silat.
Selain memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, kegiatan ini juga diharapkan semakin mendekatkan seni bela diri tersebut kepada masyarakat dan generasi muda. Ruang publik seperti CFD menjadi sarana strategis untuk menunjukkan bahwa pencak silat dapat dikembangkan secara inklusif dan dinikmati oleh berbagai kalangan.
Dengan melibatkan lebih dari 6.000 pesilat, Flash Mob Pencak Silat di Bundaran HI menjadi salah satu momentum penting dalam menggaungkan semangat pelestarian pencak silat di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat persatuan antarperguruan silat serta mendorong generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni bela diri asli Indonesia.
(Rizal PM/LINES)