LUGAS | BITUNG — Seragam rapi, langkah tegap, dan pandangan lurus ke depan. Namun bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bitung 2026, menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera bukan semata soal kemampuan baris-berbaris.
Pesan itu disampaikan Dansatrol Marvil Marfel Frits, E.D., M.Tr.Hanla., CRPM, saat memberikan arahan kepada para anggota Paskibraka Kota Bitung dalam rangkaian pengukuhan Paskibraka Tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Dansatrol mendapat mandat dari Wali Kota Bitung Hengky Honandar untuk memberikan arahan sekaligus motivasi kepada adik-adik Paskibraka Kota Bitung tahun 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemerintah Kota Bitung, para orang tua, pembina, dan pelatih.
Di hadapan para pelajar yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan, Dansatrol mengingatkan bahwa tugas yang mereka emban merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang berdiri tegap dan melaksanakan tugas pada saat upacara. Ada nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, dan semangat kebangsaan yang harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Marvil.
Menurut dia, proses yang telah dilalui para Paskibraka merupakan bagian penting dalam membentuk karakter. Disiplin tidak berhenti ketika latihan selesai. Tanggung jawab juga tidak berakhir ketika Sang Merah Putih diturunkan.
“Jangan melihat pengukuhan ini sebagai akhir dari perjalanan. Justru ini adalah awal untuk membuktikan bahwa kalian mampu menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki prestasi,” katanya.
Marvil juga mendorong para Paskibraka untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.
Nama yang tercatat sebagai Paskibraka, kata dia, bukan sekadar sebuah kebanggaan. Status itu membawa tanggung jawab untuk menjaga sikap, mempertahankan prestasi, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
“Prestasi yang kalian raih hari ini jangan berhenti sampai di sini. Jadikan pengalaman sebagai Paskibraka sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh, melanjutkan pendidikan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Marvil.
Ia menekankan bahwa tugas pengibaran bendera memang berlangsung dalam waktu singkat. Namun, nilai yang dibentuk melalui proses panjang seharusnya melekat dalam diri setiap anggota Paskibraka.
“Ketika nanti tugas ini selesai, kalian kembali menjadi pelajar. Tetapi nilai-nilai yang sudah kalian dapatkan harus tetap ada: disiplin, kerja keras, kebersamaan, dan tanggung jawab,” katanya.
Bagi para Paskibraka Kota Bitung 2026, pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan yang akan mereka bawa ke masa depan. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama keluarga, sekolah, dan Kota Bitung.
Karena itu, pesan Dansatrol menjadi pengingat: kehormatan sebagai Paskibraka tidak hanya terlihat ketika seseorang berdiri tegap di hadapan Merah Putih.
Kehormatan itu justru diuji setelah upacara selesai—ketika mereka kembali menjalani kehidupan sebagai pelajar, mengejar pendidikan, merawat disiplin, dan berusaha memberikan prestasi terbaik bagi bangsa dan daerah.





