LUGAS | Kota Bekasi - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi menggelar kegiatan Konsolidasi organisasi dan Pelatihan Public Speaking bagi para pengurus oraganisasi, bertempat di Wisma Aulia Azziziyah Komplek Baitul Haq LDII Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (23/8/2026).
Konsolidasi pengurus LDII dan pelatihan Publik Speaking dihadiri Ketua DPD LDII H. Ary Widjanarko, Wakil Ketua H. Nur Wahyi, H. Dedy Hadiyat, H. Indriman beserta jajaran dengan menghadirkan pemateri dari DPD LDII Kota Bekasi, H. Adam Sutedjo dan Abdul Ro'uf Fahry.
Wakil Sekretaris DPD LDII Aswin Djuanda yang bertindak sebagai moderator menyampaikan bahwa pelatihan public speaking memiliki peran penting dalam mengasah kualitas komunikasi para pengurus organisasi LDII.
Ro'uf Fahry, Sekretaris DPD LDII Kota Bekasi menjelaskan bahwa sebelum tampil di depan umum, tentunya masing-masing tahu dan paham dulu posisinya sebagia apa di organisasi ini.
Rouf juga mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan dalam pelatihan hanya mencakup sekitar 10 persen teori, sementara 90 persen lainnya harus diaplikasikan secara langsung.
Pada kesempatan itu Ro'uf juga menjelaskan tata cara audiensi pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang langsung dipraktekkan dengan simulasi pengrus masing-masing PC maupun PAC.
" Tentunya dengan pelatihan seperti ini selain kita mengacu pada etika komunikasi formal kelembagaan dan tertib administrasi organisasi kemasyarakatan (ormas). Audiensi dilakukan untuk bersilaturahmi melaporkan program kerja atau kepengurusan, serta membangun sinergi dengan instansi pemerintah atau lembaga lainnya,' jelas Ro'uf.
Sementara itu, H. Adam Sutedjo, Bendahara DPD LDII sebagai pemateri lebih menyoroti bagaimana memahami hakekat kebencian dam bagaimana menyikapinya.
Sebagaimana diketahui, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadapi berbagai kritik atau stigma negatif di tengah masyarakat dengan memilih jalan sabar, introspeksi diri, dan terus fokus menjalankan program pembinaan umat serta kontribusi positif bagi bangsa.
Menurur H. Sutedjo Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menjawab prasangka atau kebencian dari luar dengan pendekatan keterbukaan, klarifikasi, peningkatan komunikasi publik, serta pembuktian nyata melalui kontribusi sosial dan komitmen kebangsaan.
H. Nur Wahyi Wakil Ketua DPD LDII Kota Bekasi sebagai ketua pelaksana acara, dirinya memastikan implementasi konsolidasi dan pelatihan ini berjalan dengan baik, LDII akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Para pengurus harian akan memantau pelaksanaan program di wilayah masing-masing. “Setiap bulan akan selalu diadakan musyawarah dan pertemuan untuk mengevaluasi bagaimana implementasi dan pelaksanaan tugas-tugas PC dan PAC berjalan,” ujar Nur Wahyi.
Ir. H. Ary Widjanarko, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi
Ditemui usai acara, Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ary Widjanarko menjelaskan, konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan para pengurus PC dan PAC dapat berperan lebih optimal di masyarakat dan lebih dekat dengan pemerintahan setempat.
“Kami berharap semua pengurus LDII bisa mengimplementasikan hasil pelatihan pada hari ini, tentunya kami berharak melalui penguatan kapasitas ini, kontribusi positif LDII Kota Bekasi terhadap masyarakat semakin meningkat, sehingga citra organisasi LDII di mata masyarakat menjadi lebih baik," jelas Ary.
Penguatan kapasitas pengurus juga dilakukan melalui pelatihan public speaking. Hal ini karena para pengurus PC dan PAC dituntut untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak eksternal, baik pemerintah, stakeholder maupun masyarakat, secara profesional dan terukur.
“Dalam berkomunikasi secara eksternal ada teknik-teknik yang harus dilakukan. Organisasi LDII adalah organisasi yang besar, profesional dan religius, maka para pengurus harus dibekali ilmu berkomunikasi yang tepat," jelas Ary.
Masih menurut Ary, Pelatihan ini dirancang agar para pengurus PC dan PAC dapat menyampaikan kebaikan-kebaikan dan program-program LDII dengan cara yang efektif kepada stakeholder dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan LDII dapat dikenali sebagai organisasi yang memiliki kontribusi positif dan nyata bagi masyarakat, serta mampu memberikan solusi apabila terjadi permasalahan di lingkungannya masing-masing.
Program konsolidasi juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap mekanisme organisasi LDII. Para pengurus PC dan PAC perlu diingatkan bahwa mereka ditunjuk dan mendapat tugas dari Dewan Penasehat DPD maupun Penasehat PC dan PAC. Oleh karena itu, para pengurus dituntut untuk memiliki program yang baik dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada para penasehat atau masyarakat sekitar. (Agus W)

.jpg)


