HUT ke-81 RI, Ketua Forum Komunikasi Gereja Galaxy (FKGG) Ajak Perkuat Solidaritas dan Persatuan Nasional


DR. Ir. Juli Edi Sebayang, M.S.i Ketua Forum Komunikasi Gereja-Gereja Galaxy (FKGG), Kota Bekasi (Dok: LUGAS) 

LUGAS | Kota Bekasi - Senin, 17 Agustus 2026 - Peringatan HUT ke-81 RI dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" dimaknai oleh tokoh masyarakat dan agama sebagai momentum evaluasi untuk memastikan keadilan sosial, merawat kerukunan, Persatuan Nasional serta memperkuat solidaritas nyata bagi sesama.

DR. Ir. Juli Edi Sebayang, M.S.i Ketua Forum Komunikasi Gereja-Gereja Galaxy (FKGG) mengajak seluruh rakyat Indonesia memperkuat solidaritas dan persatuan nasional dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Infonesia. 

HUT ke-81 RI, Ketua FKGG menekankan pentingnya gotong royong, kepedulian dan kebersamaan sebagai bangsa terutama di tengah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, terbaru di Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 yang disusul oleh ribuan gempa susulan serta gempa terbaru magnitudo 6,0 di Manggarai pada 20 Agustus 2026.

Ketua FKGG berharap perayaan HUT ke-81 RI, semoga membawa kesyukuran, damai san membawa kasih, pengharapan, dan kekuatan bagi seluruh masyarakat. Ia juga mengajak mendoakan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana alam.

Juli Edi Sebayang juga mengajak masyarakat di luar wilayah terdampak untuk mengambil bagian dalam pemulihan. Waktu, harta, doa, dan tenaga dapat diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada warga Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi bencana. 

Selain solidaritas dan doa tersebut Ia menekankan pentingnya keadilan dalam proses pemulihan pascabencana. Pembangunan kembali diharapkan tidak hanya memprioritaskan infrastruktur besar, tetapi juga memperhatikan masyarakat kecil, petani, nelayan, serta warga yang kehilangan sumber mata pencaharian.

Kesiapsiagaan bencana juga disebut sebagai bentuk kasih untuk melindungi generasi mendatang. Edukasi mitigasi bencana, pembangunan tahan gempa, serta sistem peringatan dini perlu diperkuat mengingat wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki pengalaman menghadapi bencana alam.

Juli Edi Sebayang mengajak merefleksikan bagaimana menjadi rumah dan saudara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Ia juga mengajak umat mempertanyakan apa yang dapat diberikan dan tetap percaya bahwa di tengah runtuhan serta air mata, kasih tuhan tetap selalu ada.  (Agus W) 





0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1