LUGAS | BITUNG — Jembatan beton yang menjadi akses penting bagi masyarakat di RT 004/RW 006, Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, diresmikan secara serentak melalui video conference peresmian Jembatan Perintis Garuda dan interaksi dengan Presiden Republik Indonesia, Kamis, 13 Agustus 2026.
Peresmian di lokasi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Erwin Widihantono, S.H., M.H. Prosesi ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya jembatan untuk dimanfaatkan masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kodim 1310 Bitung. Hadir mewakili Dandim 1310 Bitung Letkol Inf I Dewa Made Dharmawan Juniarta, yakni Danramil 01 Maesa Lettu Inf Edison Kasenda. Dari Pemerintah Kota Bitung turut hadir sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas PUTR Rizal Sompotan, S.T., M.T., Camat Girian Rukman Rasyid, S.Sos., serta Lurah Girian Indah Sutoyo Usman, S.Sos.
Dalam sambutannya melalui video conference, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Secara nasional, kata Presiden, hari itu diresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI dan Polri, serta 3.000 sumber air bersih oleh TNI Angkatan Darat.
Prabowo menyebut pembangunan tersebut bukan semata pekerjaan konstruksi. Menurut dia, jembatan dan sumber air bersih merupakan bentuk pengabdian negara kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses. “Saudara adalah tentara rakyat, polisi rakyat,” ujar Prabowo, menegaskan kembali posisi TNI dan Polri sebagai institusi yang lahir dan bekerja untuk rakyat.
Presiden juga mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada pembangunan proyek-proyek besar dan melupakan kebutuhan dasar masyarakat. Investasi besar tetap diperlukan, namun kehadiran negara, menurut Prabowo, harus terasa hingga wilayah yang jauh dari pusat pelayanan. Infrastruktur sederhana sekalipun dapat memiliki arti besar apabila mampu memangkas jarak dan membuka akses masyarakat.
Di Girian Indah, jembatan beton tersebut menjadi penghubung penting bagi aktivitas warga. Kehadirannya diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus mengurangi hambatan akses yang sebelumnya dihadapi warga. Jembatan itu kini bukan lagi sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Peresmian serentak tersebut juga memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur dasar dapat menjadi ruang kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah dan unsur penegak hukum. Presiden menekankan bahwa semangat gotong royong dan inisiatif di lapangan harus terus dipelihara karena pembangunan pada akhirnya tidak diukur hanya dari besarnya anggaran, melainkan dari manfaat yang diterima masyarakat.
“Walaupun cita-cita kita besar dan rencana kita besar, kita tidak boleh melupakan hal-hal yang kecil dan kebutuhan dasar rakyat,” kata Prabowo. Di Kelurahan Girian Indah, pesan itu menemukan bentuk konkretnya: sebuah jembatan yang telah dibuka untuk warga, dengan harapan akses yang lebih mudah akan membawa manfaat yang lebih panjang bagi kehidupan masyarakat.



