LUGAS | JAKARTA (4/8) — Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM) yang jatuh pada tanggal 6 Agustus 2026, Ketua Departemen Bundo Kanduang) (BK) DPP IKM, Hj. Herlina Hasan Basri, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar organisasi terus menjadi perekat persaudaraan masyarakat Minangkabau di seluruh Indonesia maupun mancanegara.
"Selamat Hari Jadi ke-10 Ikatan Keluarga Minang. Semoga IKM semakin solid, semakin maju, serta terus menjadi rumah besar bagi seluruh urang Minang di perantauan. Mari kita jaga semangat badunsanak, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sesuai falsafah Minangkabau Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi," ujar Hj. Herlina Hasan Basri.
Ia menambahkan bahwa selama satu dekade perjalanan IKM, organisasi telah menunjukkan kiprahnya sebagai wadah pemersatu perantau Minangkabau dengan mengedepankan nilai kekeluargaan, gotong royong, pelestarian adat dan budaya, serta kepedulian sosial.
Menurutnya, memasuki usia ke-10, IKM diharapkan semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang diwariskan para leluhur.
Sejarah berdirinya Ikatan Keluarga Minang bermula dari kegelisahan para tokoh perantau Minangkabau yang menginginkan hadirnya sebuah organisasi nasional sebagai wadah pemersatu seluruh organisasi dan komunitas perantau Minang di Indonesia. Gagasan tersebut mulai dirintis pada akhir tahun 2015 dan dipelopori oleh Ir. Nefri Hendri, M.T. bersama puluhan tokoh perantau Minangkabau dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui serangkaian pertemuan dan musyawarah, lahirlah Ikatan Keluarga Minang (IKM) sebagai organisasi yang mengusung semangat persatuan, kekeluargaan, pelestarian adat dan budaya Minangkabau, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sejak resmi berdiri pada tahun 2016, IKM berkembang pesat dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga luar negeri. Selama satu dekade, IKM telah menjadi rumah besar bagi jutaan perantau Minang dalam memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas sosial, serta mendorong kemajuan masyarakat Minangkabau di berbagai bidang.
Saat ini, Andre Rosiade resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2025–2030. Ia menggantikan Fadli Zon yang memimpin organisasi tersebut selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Pergantian kepemimpinan tersebut disahkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 Ikatan Keluarga Minang yang digelar di Jakarta pada Jumat, 23 Mei 2025. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi sekaligus memperkuat peran IKM sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau di perantauan.
Momentum peringatan HUT ke-10 IKM menjadi tonggak penting untuk memperkokoh semangat "Basamo Mako Manjadi", yaitu filosofi kebersamaan yang menjadi kekuatan utama masyarakat Minangkabau. Melalui semangat tersebut, seluruh keluarga besar IKM diajak terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, melestarikan adat dan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia.
Menutup ucapannya, Hj. Herlina Hasan Basri mengajak seluruh pengurus dan anggota IKM di mana pun berada untuk menjadikan peringatan satu dekade IKM sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.
"Dirgahayu ke-10 Ikatan Keluarga Minang. Mari terus bersatu, berkarya, dan mengabdi untuk Minangkabau, Indonesia, dan generasi yang akan datang. Basamo Mako Manjadi." (Rizal Putra Milda)
"Selamat Hari Jadi ke-10 Ikatan Keluarga Minang. Semoga IKM semakin solid, semakin maju, serta terus menjadi rumah besar bagi seluruh urang Minang di perantauan. Mari kita jaga semangat badunsanak, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sesuai falsafah Minangkabau Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi," ujar Hj. Herlina Hasan Basri.
Ia menambahkan bahwa selama satu dekade perjalanan IKM, organisasi telah menunjukkan kiprahnya sebagai wadah pemersatu perantau Minangkabau dengan mengedepankan nilai kekeluargaan, gotong royong, pelestarian adat dan budaya, serta kepedulian sosial.
Menurutnya, memasuki usia ke-10, IKM diharapkan semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang diwariskan para leluhur.
Sejarah berdirinya Ikatan Keluarga Minang bermula dari kegelisahan para tokoh perantau Minangkabau yang menginginkan hadirnya sebuah organisasi nasional sebagai wadah pemersatu seluruh organisasi dan komunitas perantau Minang di Indonesia. Gagasan tersebut mulai dirintis pada akhir tahun 2015 dan dipelopori oleh Ir. Nefri Hendri, M.T. bersama puluhan tokoh perantau Minangkabau dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui serangkaian pertemuan dan musyawarah, lahirlah Ikatan Keluarga Minang (IKM) sebagai organisasi yang mengusung semangat persatuan, kekeluargaan, pelestarian adat dan budaya Minangkabau, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sejak resmi berdiri pada tahun 2016, IKM berkembang pesat dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga luar negeri. Selama satu dekade, IKM telah menjadi rumah besar bagi jutaan perantau Minang dalam memperkuat silaturahmi, membangun solidaritas sosial, serta mendorong kemajuan masyarakat Minangkabau di berbagai bidang.
Saat ini, Andre Rosiade resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2025–2030. Ia menggantikan Fadli Zon yang memimpin organisasi tersebut selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Pergantian kepemimpinan tersebut disahkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 Ikatan Keluarga Minang yang digelar di Jakarta pada Jumat, 23 Mei 2025. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi sekaligus memperkuat peran IKM sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau di perantauan.
Momentum peringatan HUT ke-10 IKM menjadi tonggak penting untuk memperkokoh semangat "Basamo Mako Manjadi", yaitu filosofi kebersamaan yang menjadi kekuatan utama masyarakat Minangkabau. Melalui semangat tersebut, seluruh keluarga besar IKM diajak terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, melestarikan adat dan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia.
Menutup ucapannya, Hj. Herlina Hasan Basri mengajak seluruh pengurus dan anggota IKM di mana pun berada untuk menjadikan peringatan satu dekade IKM sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.
"Dirgahayu ke-10 Ikatan Keluarga Minang. Mari terus bersatu, berkarya, dan mengabdi untuk Minangkabau, Indonesia, dan generasi yang akan datang. Basamo Mako Manjadi." (Rizal Putra Milda)