LUGAS | TANJAB BARAT — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, diperkuat setelah kebakaran terjadi di kawasan tersebut.
Senkom SAR Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama DMPA Desa Delima dan Sanggar Alam Delima (SAD) melakukan patroli pencegahan karhutla pada Senin (17/8/2026). Patroli diarahkan untuk memastikan bara api sisa kebakaran tidak kembali menyala dan mencegah meluasnya titik kebakaran.
Ketua Senkom SAR Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Walidi, mengatakan patroli bersama masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk membantu pemerintah menjaga kawasan hutan sekaligus mencegah bencana karhutla.
«“Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam pencegahan bencana karhutla melalui kegiatan patroli bersama elemen masyarakat seperti DMPA dan SAD,” ujar Walidi.»
Dalam patroli tersebut, tim menemukan titik api di area pendinginan bekas kebakaran yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Temuan itu menjadi perhatian karena kawasan gambut memiliki potensi menyimpan bara api di bawah permukaan.
Tim juga menemukan area dengan biomassa yang sangat kering di atas lapisan gambut yang dalam. Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan drainase yang cukup dalam sehingga kawasan dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi.
Walidi mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar tidak menyepelekan sumber api sekecil apa pun. Puntung rokok maupun tungku yang menggunakan kayu bakar, kata dia, dapat menjadi pemicu kebakaran apabila tidak dipastikan benar-benar padam.
“Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menyulut api, baik dari puntung rokok maupun tungku masak yang menggunakan kayu bakar,” katanya.
Menurut Walidi, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam. Pemilik kebun dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan juga memiliki peran penting, terutama ketika menemukan titik api.
Ia berharap masyarakat segera mengambil tindakan awal dan berkoordinasi apabila terjadi kebakaran sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas.
“Jika terjadi kebakaran, kami harap masyarakat ikut membantu memadamkan agar api cepat padam dan tidak meluas,” ujar Walidi.
Sementara itu, Ketua SAD Ponirin mengapresiasi dukungan PT Wira Karya Sakti (WKS) dalam penanganan kebakaran pada Sabtu lalu. Menurut dia, perusahaan tersebut membantu dengan mengerahkan personel dan dua alat berat jenis ekskavator untuk mendukung proses pemadaman.
“Kami sepakat dengan PT WKS yang telah menurunkan personel dan dua alat berat jenis ekskavator untuk membantu pemadaman,” kata Ponirin.
Pasca-kebakaran, Senkom SAR bersama DMPA Desa Delima dan SAD berencana mempertahankan patroli secara rutin di kawasan HLG Sungai Bram Itam. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin munculnya kembali titik api, terutama di kawasan gambut yang masih menyimpan potensi bara.
Langkah tersebut menjadi penting karena kebakaran di lahan gambut tidak selalu berhenti ketika api di permukaan berhasil dipadamkan. Kondisi bawah permukaan dan material yang kering dapat menjadi sumber munculnya kembali api.
Dengan patroli dan keterlibatan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Laporan: Abdullah Muslih | Editor: Mahar Prastowo
