LUGAS | BITUNG — Pemerintah Kota Bitung menggelar pesta rakyat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Perumda Pasar Bitung, Selasa sore, 18 Agustus 2026. Sejumlah perlombaan khas perayaan 17 Agustus digelar untuk mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan dalam suasana riang dan penuh kebersamaan.
Pesta rakyat itu dibuka oleh Jhon Michael Sondakh, S.Sos., MAP., Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bitung. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian perlombaan yang melibatkan masyarakat di kawasan Perumda Pasar Bitung.
Berbagai lomba tradisional digelar, antara lain panjat pinang, balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, dan lari 100 meter. Warga tidak hanya turun sebagai peserta, tetapi juga memadati lokasi untuk menyaksikan persaingan yang berlangsung dengan sorak-sorai dan gelak tawa.
Pemerintah Kota Bitung menempatkan pesta rakyat sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang tidak berhenti pada seremoni. Ruang publik di kawasan pasar dimanfaatkan sebagai tempat warga bertemu, berinteraksi, sekaligus membangun kembali semangat gotong royong dan sportivitas.
Sejumlah pejabat pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir. Di antaranya Asisten I Pemkot Bitung Forsman Dandels, S.Sos., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Abraham Tumengkol, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung Rahmat Dunggio, serta Wakapolres Bitung Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E. Hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Bitung.
Dari jajaran Perumda Pasar Bitung hadir Plt. Direktur Utama Ramlan Mangkialo bersama jajaran direksi, yakni Ronny Boham, Fanny Kaunang, dan Tamrin Bandu, S.Sos. Kehadiran unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan pengelola Perumda Pasar menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di tengah perlombaan, batas antara peserta dan penonton nyaris melebur. Panjat pinang menguji kekompakan, tarik tambang mengandalkan kekuatan kelompok, sementara balap karung dan makan kerupuk menghadirkan hiburan sederhana yang sejak dulu menjadi bagian dari tradisi perayaan kemerdekaan.
Bagi Pemerintah Kota Bitung, semarak HUT ke-81 RI bukan semata soal panggung dan seremoni. Perayaan juga dihadirkan melalui ruang-ruang perjumpaan warga. Dari kawasan Perumda Pasar Bitung, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana: berkumpul, bertanding secara sportif, tertawa bersama, dan menjaga semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
