LUGAS | BITUNG — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bitung ditutup dengan upacara penurunan bendera Merah Putih, Senin sore, 17 Agustus 2026. Prosesi berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung, sebagai penutup rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang digelar sejak pagi.
Pada upacara penurunan bendera tersebut, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia memimpin prosesi yang diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, aparatur sipil negara, serta peserta upacara lainnya.
Upacara berada di bawah satu komando Komandan Upacara Kapten Infanteri Abie Juniavian Kusuma, S.Tr.Han. Perwira TNI AD kelahiran Mojokerto, 21 Juni 1993 itu merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) 2016 dan dalam kesehariannya menjabat sebagai Wakil Komandan Yonif TP 916/Bara Sakti.
Sementara itu, tugas sebagai Komandan Paskibraka dipercayakan kepada Letnan Satu CPM Muhammad Rizky Hariyanto, S.Tr.Han. Perwira kelahiran Jakarta, 27 Mei 1999 tersebut merupakan abituren Akademi Militer 2021 dan sehari-hari menjabat sebagai Dansubdenpom XIII/1-2 Bitung. Ia memimpin personel Paskibraka dalam menjalankan tugas penting menurunkan Sang Merah Putih dari tiang bendera.
Adapun posisi Perwira Upacara dijalankan oleh Kapten Infanteri Yacob Yudas, kelahiran Sangihe, 23 Februari 1971. Ia merupakan abituren Secapa Sus 2020 dan dalam tugas kesehariannya menjabat sebagai Danramil 02 Lembeh.
Prosesi penurunan bendera berlangsung dalam suasana sore yang tenang. Ketika Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang, seluruh peserta memberikan penghormatan. Bendera kemudian dilipat dengan penuh kehormatan oleh pasukan pengibar bendera, menandai berakhirnya rangkaian seremoni peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bitung.
Upacara penurunan ini melengkapi prosesi pengibaran bendera yang dilaksanakan pada pagi hari. Pada upacara pagi, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan AKP Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Lantas Polres Bitung dipercaya sebagai Komandan Upacara. Pergantian petugas pada prosesi sore merupakan bagian dari tata upacara yang berbeda, sementara penghormatan terhadap Merah Putih tetap menjadi inti dari kedua rangkaian tersebut.
Bagi Kota Bitung, upacara penurunan bendera bukan sekadar seremoni penutup. Di balik gerak pasukan dan lipatan terakhir Sang Merah Putih, terdapat pesan tentang kesinambungan tanggung jawab kebangsaan: kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga melalui kerja pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, serta pengabdian seluruh elemen daerah.
Dengan diturunkannya Sang Merah Putih secara khidmat, seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bitung resmi berakhir. Namun, semangat kemerdekaan tidak berhenti ketika bendera meninggalkan tiangnya. Ia kembali menjadi tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
