LUGAS | Klaten — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba terus dilakukan sejak usia dini. KaPolsek Prambanan Polresta Klaten memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada siswa kelas 6 SDIT Bahrul Uluum Yayasan Bahrul Uluum Addiniyah, Desa Kadibolo, Kecamatan Wedi, Klaten, Senin (24/8/2026).
Kegiatan penyuluhan bertajuk “Generasi Hebat Tanpa Narkoba, Bukan yang Terjebak Jadilah yang Tahu” tersebut berlangsung pukul 10.30-12.00 WIB di ruang kelas 6 SDIT Bahrul Uluum. Kegiatan diikuti para siswa dengan didampingi Kepala Sekolah Tatik Wuriyanti, S.Pd., guru kelas 6 Ira Susanti, S.Pd., serta dewan guru Ulya Maftukha, S.Pd.
Kapolsek Prambanan Polresta Klaten AKP Nyoto, S.H., M.H., yang menjadi narasumber, menjelaskan pengertian narkoba atau napza beserta jenis-jenisnya. Para siswa juga diberikan gambaran mengenai permasalahan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Klaten, faktor yang dapat mendorong remaja terjerumus, dampak penyalahgunaan narkoba, hingga konsekuensi hukumnya.
Selain itu, materi juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Siswa didorong menjadi agent of change atau pelopor perubahan, memiliki ketangguhan sebagai iron stock, serta menjadi guardian of value dengan menjaga budi pekerti dan karakter luhur.
“Bahwa kita berupaya membekali anak-anak sejak usia dini. Dengan pengetahuan narkoba yang benar, anak-anak akan menjadi generasi hebat tanpa narkoba, bukan yang terjebak, jadilah yang tahu. Sehingga akan sukses dunia dan sukses akhiratnya,” kata AKP Nyoto.
Menurut Nyoto, edukasi sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun daya tangkal anak terhadap berbagai pengaruh negatif. Pengetahuan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan bahaya narkoba, tetapi juga membentuk keberanian untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat merugikan masa depan.
Kepala SDIT Bahrul Uluum Tatik Wuriyanti menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Pihak sekolah juga menyatakan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak.
“Terima kasih kepada pihak kepolisian yang diwakili oleh Bapak AKP Nyoto, yang sudah bersama-sama mendidik anak kami. Kami selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian dan stakeholder terkait lainnya untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak kami terkait penyalahgunaan narkoba dan kegiatan negatif lainnya,” ujar Tatik.
Ia menambahkan, sekolah berkomitmen membentuk generasi yang memiliki kepribadian Islami, cerdas, berakhlak mulia, dan mandiri. Pendidikan karakter tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para siswa dalam menghadapi tantangan sekaligus menyongsong masa depan.
“Kami terus berkomitmen untuk mewujudkan anak-anak generasi penerus yang berkepribadian Islami, cerdas, berakhlak mulia, dan mandiri, sehingga siap menyongsong masa depannya untuk sukses dunia dan akhirat,” lanjutnya.
Penyuluhan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran sejak dini. Dengan pengetahuan yang tepat, pendampingan keluarga, serta penguatan pendidikan karakter di sekolah, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh dan memiliki masa depan tanpa narkoba.