LUGAS | Klaten (19/08) — Solidaritas dan kepedulian antarsesama perantau Minang di Kabupaten Klaten semakin menguat. Hal tersebut terlihat ketika perwakilan Perantau Minang Kabupaten Klaten yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) MINANG KLATEN bergerak cepat mengunjungi dan mengecek kondisi Uda Itok, Zulfahmi Oktolita, yang mengalami kecelakaan tunggal pada 16 Agustus 2025 siang di kawasan Kalasan, Jalan Raya Solo–Yogyakarta.
Informasi mengenai kecelakaan tersebut diterima Perantau Minang melalui Ibu Santi, istri Uda Itok, yang kemudian disampaikan oleh Uda Jhon Hendri. Mendapat kabar tersebut, anggota Grup Komunitas Silaturrahim Minang Klaten langsung berkoordinasi dan mengutus perwakilan menuju RS PKU Muhammadiyah Titik Nol Kilometer Yogyakarta, tempat Uda Itok mendapatkan penanganan medis.
TRC MINANG KLATEN menunjukkan respons cepat tanpa harus menunggu lama ataupun menggelar rapat secara offline terlebih dahulu. Begitu mendapatkan kabar dari Uda Jhon Hendri, tim langsung merapat dan bergerak menuju Yogyakarta untuk memastikan kondisi Uda Itok sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
Sejumlah perwakilan yang hadir antara lain Uda Sam, Uda Jhon Hendri, Uda Joni, Rizal Malin Kayo, Uni Hilda, serta Uda Naldi yang merupakan salah satu pengurus DPW IKM Provinsi DIY.
Uda Naldi turut membantu mengarahkan dan mendampingi Tim TRC MINANG KLATEN selama berada di Yogyakarta. Sebagai perantau Minang yang tergabung dalam IKM Yogyakarta dan lebih memahami wilayah Yogyakarta, Uda Naldi membantu kelancaran koordinasi hingga proses pengecekan kondisi Uda Itok di rumah sakit.
Bahkan, pada malam berikutnya Uda Naldi kembali datang bersama Perantau Minang Yogyakarta asal Lintau, Sumatera Barat. Di antaranya Uda Imran, owner Fotocopy Rici yang dikenal sebagai salah satu sesepuh perantau Lintau di Yogyakarta, serta Andri Pentin, driver PO SAN rute Yogyakarta–Pekanbaru.
Kehadiran Uda Naldi bersama para perantau Minang asal Lintau tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan dukungan kepada Uda Itok beserta keluarga. Mereka turut memberikan semangat serta memastikan kondisi Uda Itok mendapatkan perhatian dari sesama perantau Minang.
Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan silaturahmi antarsesama perantau Minang, khususnya antara perantau di Klaten dan Yogyakarta. Meskipun berasal dari daerah dan berdomisili di wilayah yang berbeda, semangat badunsanak tetap menjadi pengikat untuk saling membantu ketika salah seorang mengalami musibah.
Gerak cepat tersebut menjadi wujud nyata semangat badunsanak di kalangan perantau Minang. Kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui silaturahmi, tetapi juga dengan hadir dan bergerak bersama ketika ada sesama perantau yang mengalami musibah.
Respons cepat ini sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi dan komunikasi antara TRC MINANG KLATEN dengan IKM Yogyakarta serta Perantau Minang asal Lintau, Sumatera Barat, dapat berjalan dengan baik. Meski berada di provinsi serta kabupaten/kota yang berbeda, komunikasi dan semangat kebersamaan tetap terjalin secara cepat dan solid ketika ada sesama perantau yang membutuhkan bantuan.
Kehadiran bersama tersebut menjadi bukti bahwa jarak wilayah bukan menjadi penghalang bagi semangat badunsanak. Dengan komunikasi yang baik, kepedulian antarsesama perantau Minang dapat diwujudkan secara nyata, cepat, dan penuh kekeluargaan. (Rizal PM)