Perkuat Legitimasi Moral, DPRD DKI Gandeng LDII Kawal Raperda Penyimpangan Seksual

 

LUGAS Jakarta – Upaya membangun Jakarta tidak hanya bicara soal infrastruktur megah, tetapi juga tentang menjaga benteng moral warganya. Semangat inilah yang terpancar dalam pertemuan hangat antara Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, saat menerima kunjungan pengurus DPW LDII Provinsi DKI Jakarta di Kantor DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Dalam suasana audiensi yang interaktif, Suhud mengapresiasi kontribusi nyata LDII yang aktif bergerak di berbagai lini, mulai dari dakwah, pendidikan, kemasyarakatan, hingga kepedulian pada energi terbarukan. Namun, ada satu isu krusial yang menjadi perhatian bersama dalam pertemuan tersebut, yakni maraknya kampanye penyimpangan perilaku yang kian meresahkan masyarakat.
Secara terbuka, Suhud mengajak LDII dan elemen lembaga dakwah lainnya untuk bersatu mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penanganan penyimpangan seksual, termasuk isu LGBT. Anggota legislatif ini berharap aturan tersebut nantinya memiliki legitimasi moral yang kuat berkat dukungan para ulama dan fungsionaris dakwah.
“Yang sedang kita kejar sekarang ini, mungkin juga mohon dukungan nih dari lembaga LDII, terkait dengan perda penyimpangan seksual, salah satunya adalah permasalahan LGBT," ujar Suhud ramah.
Tak hanya urusan legislasi, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih formal melalui rencana pembentukan nota kesepahaman (MoU) antara LDII dan Pemprov DKI Jakarta. DPRD DKI menyatakan siap memberikan dukungan penuh dari sisi pengawasan hingga penganggaran. Bahkan, LDII ditantang untuk menyodorkan draf regulasi di sektor pendidikan dan kesehatan, serta bahu-membahu mengatasi problem klasik Jakarta seperti kemiskinan, pengangguran, banjir, hingga polusi udara.
Merespons ajakan tersebut, Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Imam Bashori, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus membina umat di akar rumput. LDII konsisten menyentuh seluruh lapisan usia, sejak usia dini hingga lanjut usia.
"Kegiatan yang dijalankan LDII sangat beragam dan bisa memberikan kontribusi yang nyata di tengah kehidupan masyarakat Jakarta," tutur Imam.
Salah satu langkah konkret LDII adalah membentengi moral generasi muda melalui pengajian anak-anak dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di sisi lain, bagi kelompok lanjut usia, LDII rutin menggelar pembinaan rohani yang berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) demi mendampingi umat meraih husnul khatimah.
Sore itu, pertemuan ditutup dengan kesepahaman yang manis. Baik pihak legislatif maupun LDII sepakat bahwa komunikasi berkala harus terus dirawat. Sebuah langkah bersama demi mewujudkan Jakarta yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga aman, nyaman dan berakhlak mulia.(TJ)

Sumber: DPW LDI DKI

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1