“BBM subsidi untuk rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi!” demikian pesan keras yang menjadi inti kampanye KNPI Kota Pekanbaru. Mereka menilai praktik mafia solar tidak hanya merugikan masyarakat kecil yang berhak atas solar bersubsidi, tetapi juga merugikan negara dan mengganggu aktivitas ekonomi sehari-hari.
Antrian panjang kendaraan, khususnya truk dan mobil berbahan bakar solar, telah menjadi pemandangan rutin di berbagai SPBU Pekanbaru. Situasi ini memicu kemacetan, membuang waktu masyarakat, dan menimbulkan keresahan.
KNPI menilai akar masalahnya jelas: adanya jaringan penimbun dan pelangsir yang menyalahgunakan kuota BBM subsidi untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Dalam tiga poin tuntutan utama, DPD KNPI Kota Pekanbaru menyerukan:
- Hentikan praktik mafia solar yang merugikan rakyat dan negara.
- Pastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran hanya untuk masyarakat yang berhak.
- Tangkap dan proses hukum para pelaku penimbun serta pengoplos BBM subsidi.
Slogan “Bersama Pemuda, Jaga Energi Negeri” menjadi penegasan bahwa generasi muda tidak akan tinggal diam menyaksikan energi rakyat dikuasai oknum yang rakus.
Himbauan Ketua KNPI Rumbai Barat
Ketua KNPI Kecamatan Rumbai Barat, Gusman Angga Riawan, S.Kom., memberikan dukungan penuh terhadap sikap tegas DPD KNPI Kota Pekanbaru. Dalam himbauannya, ia menegaskan bahwa pemuda di tingkat kecamatan harus sejalan dengan langkah kota dalam melindungi kepentingan rakyat.
“Kami di KNPI Rumbai Barat sepenuhnya mendukung dan memperkuat sikap Ketua KNPI Kota Pekanbaru. Mafia solar ini bukan sekadar persoalan antrian di SPBU, melainkan kejahatan yang mencuri hak rakyat miskin dan petani. Pemuda harus bersuara lantang. Kami minta aparat penegak hukum segera tangkap dan proses secara hukum para pelaku penimbun BBM subsidi. Jangan biarkan praktik ini terus merugikan masyarakat. BBM subsidi harus kembali ke tangan yang berhak,” tegas Gusman.
Ia menambahkan bahwa KNPI Rumbai Barat siap bersinergi dalam melakukan pengawasan sosial dan mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban atau terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Sudut Pandang Tegas
Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Kota Pekanbaru dan jajaran kecamatan seperti Rumbai Barat menunjukkan ketegasan yang layak diapresiasi. Di tengah maraknya kasus penyelewengan BBM subsidi yang berulang kali diungkap aparat di wilayah Riau, suara pemuda ini menjadi alarm keras bagi semua pihak—pemerintah, Pertamina, dan penegak hukum.
Antrian mengular bukanlah fenomena alam. Ia adalah akibat dari sistem yang bocor dan oknum yang berani memanfaatkan celah. Jika dibiarkan, kerugian tidak hanya berupa waktu dan uang masyarakat, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pengelolaan energi nasional.
Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Dengan semangat “Jaga Energi Negeri”, KNPI telah mengambil posisi yang jelas: di pihak rakyat. Kini giliran aparat untuk bergerak lebih tegas, cepat, dan tanpa pandang bulu. Tangkap pelakunya. Amankan distribusinya. Pastikan BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Karena energi rakyat adalah hak rakyat. Bukan milik mafia.

