LUGAS | GORONTALO — Upaya memasukkan sekitar tiga ton bahan kimia yang disebut sebagai sianida (CN) dari Filipina ke wilayah Gorontalo digagalkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo di perairan Kabupaten Gorontalo Utara, Senin, 21 September 2026.
Barang tersebut ditemukan dalam sebuah long boat yang diamankan personel Pos TNI AL Kwandang saat melakukan pemantauan di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara.
Informasi awal mengenai rencana pengiriman bahan kimia tersebut diperoleh melalui informasi intelijen. Personel Pos TNI AL Kwandang kemudian melakukan pengamatan terhadap aktivitas perahu di wilayah perairan yang dicurigai menjadi jalur masuk barang.
Sekitar pukul 02.30 WITA, petugas menemukan sebuah long boat yang dicurigai membawa muatan CN. Kapal kemudian diamankan dan diarahkan menuju Pelabuhan Kwandang untuk menjalani pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menemukan 60 karung barang yang disebut sebagai CN, masing-masing berbobot sekitar 50 kilogram. Total muatan diperkirakan mencapai 3.000 kilogram atau tiga ton.
Lanal Gorontalo menyebut potensi penerimaan negara yang tidak dibayarkan dari barang tersebut diperkirakan mencapai Rp249,135 juta.
Barang bukti selanjutnya dibongkar dan diamankan di Pos TNI AL Kwandang. Pada sekitar pukul 06.30 WITA, barang bukti bersama enam orang awak kapal dibawa menggunakan kendaraan TNI AL menuju Lanal Gorontalo untuk proses lebih lanjut.
Diduga Menggunakan Modus Ship to Ship
Dari informasi awal yang diperoleh, pengiriman tersebut diduga menggunakan pola ship to ship. Barang disebut berasal dari Filipina dan dibawa menggunakan sebuah pamboat menuju wilayah perairan Indonesia sebelum dipindahkan ke long boat Indonesia di sekitar Pulau Bugisa.
Modus pemindahan muatan di tengah perjalanan itu menjadi salah satu bagian yang kini ditelusuri aparat untuk mengungkap rangkaian pengiriman barang tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, barang yang diamankan disebut akan dibawa menuju wilayah Provinsi Gorontalo. Penerima atau pemilik barang juga telah disebut dalam laporan awal aparat dan masih dalam proses pendalaman.
Selain muatan CN, petugas turut menemukan empat botol minuman jenis Tanduay Rhum asal Filipina di dalam sarana angkut tersebut.
Enam awak kapal yang diamankan selanjutnya menjalani pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing serta asal-usul, jalur pengiriman, dan pihak yang berada di balik pengiriman bahan kimia tersebut.
Lanal Gorontalo bersama Kantor Bea dan Cukai Gorontalo menangani temuan tersebut untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Pengungkapan ini tidak berhenti pada penyitaan barang. Aparat perlu memastikan dari mana bahan tersebut diberangkatkan, siapa pengirimnya, siapa penerimanya, serta bagaimana tiga ton bahan kimia tersebut dapat direncanakan masuk ke Gorontalo melalui jalur laut.
Jika hasil pemeriksaan memastikan barang tersebut merupakan sianida, perkara ini juga akan menjadi perhatian serius karena menyangkut pengawasan lalu lintas bahan kimia berbahaya melalui jalur laut.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap barang bukti dan enam awak kapal masih berlangsung untuk mengungkap jaringan serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman tersebut.




