LUGAS | TALIABU — Nama Sumpono mulai banyak disebut di Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Warga lebih mengenalnya sebagai Mas Bima. Ia adalah pemilik Rumah Makan Sragen Asri 354. Belakangan, namanya didorong sejumlah warga untuk ikut dalam pemilihan Kepala Desa Kilong.
Bagi warga yang mengenalnya, Sumpono bukan nama baru dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia dikenal suka membantu warga yang mengalami kesulitan. Sikap ramah dan kepeduliannya membuatnya cukup dekat dengan masyarakat.
"Mas Bima itu orangnya jujur dan amanah. Kami berharap beliau bisa membawa perubahan untuk Desa Kilong," kata Kholik, salah seorang tokoh pemuda Desa Kilong.
Dorongan tersebut membuat Sumpono mulai mempertimbangkan untuk maju.
Ia mengatakan, Desa Kilong masih membutuhkan pemikiran baru dan gagasan kreatif agar pembangunan desa dapat bergerak lebih cepat.
"Saya pertimbangkan terlebih dahulu dan memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau memang masyarakat memberikan kepercayaan, saya menyatakan siap. Mohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Kilong, termasuk Dusun Air Minggu dan Sulename," ujar Sumpono.
Ia menyebut pertanian sebagai salah satu sektor yang dapat dikembangkan. Selain itu, potensi agrowisata juga dinilai bisa menjadi bagian dari pembangunan ekonomi desa.
Gagasannya sederhana: desa tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun sumber penghidupan masyarakat.
Sumpono memiliki pengalaman di sejumlah organisasi. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Pulau Taliabu untuk masa bakti 2019–2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024–2029.
Ia juga aktif di dunia jurnalistik. Sumpono dipercaya sebagai Kepala Biro Media Online Tabloid Lugas untuk wilayah Maluku Utara.
Di tengah aktivitas tersebut, ia ikut mendirikan Paguyuban Jawa Taliabu yang dikenal dengan sebutan SJT.
Dunia politik juga pernah ia masuki.
Pada Pemilu 2024, Sumpono menjadi salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu. Sebagai pendatang baru, ia mampu berada di posisi ketiga dari 10 calon di daerah pemilihannya.
Jarak perolehan suaranya dengan kandidat yang berada di posisi pertama dan kedua disebut tidak terlalu jauh.
Kini medan yang dihadapinya berbeda.
Bukan lagi perebutan kursi legislatif. Kali ini, dorongan datang dari lingkungan tempat ia hidup dan beraktivitas: Desa Kilong.
Jika benar maju, pekerjaan rumahnya pun sudah jelas. Pembangunan desa, pertanian, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal akan menjadi isu yang tidak bisa dilepaskan dari pemilihan kepala desa.
Bagi Sumpono, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi.
Ada amanah di dalamnya.
Dan amanah itu, kata dia, harus dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan Desa Kilong yang lebih mandiri.
