LUGAS | BOGOR, 20 September 2026 — Masjid Baitul Kabir, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipenuhi warga sejak Minggu pagi. Sekitar 800 peserta mengikuti pengajian rutin bulanan yang tidak hanya diisi dengan kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung tertib. Peserta mengikuti rangkaian pengajian dengan menyimak materi yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis.
Ustadz H Ujang M.Y dalam kajiannya membahas pentingnya menjaga ketertiban dalam menjalankan shalat dan membiasakan diri bersedekah. Menurut dia, shalat memiliki posisi penting dalam menjaga keimanan seorang Muslim.
Ia juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya bersedekah sebagai bagian dari kepedulian kepada sesama. Sedekah, kata dia, merupakan salah satu bentuk pengabdian yang diyakini akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Pesan mengenai pertolongan Allah juga disampaikan Ustadz H Daruki. Dengan merujuk pada sejumlah hadis, ia mengajak peserta untuk memperkuat keyakinan dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Nasihat lainnya disampaikan H Duryadi. Ia menekankan pentingnya pembelaan terhadap agama yang diwujudkan melalui kesediaan memberikan kontribusi, baik dengan harta maupun kemampuan dan diri.
Namun, pengajian tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan. Kehadiran ratusan peserta juga membutuhkan pengaturan agar kegiatan berjalan lancar.
Ketua PAC LDII Desa Gunung Putri, H Agus Supriatna, memberikan apresiasi kepada peserta yang dinilai telah menjaga ketertiban selama kegiatan, termasuk dalam menata kendaraan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran SENKOM Gunung Putri dan wilayah sekitarnya yang turut membantu mengatur kelancaran kegiatan.
Bagi masyarakat sekitar, keteraturan tersebut menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ketertiban lalu lintas, parkir kendaraan, dan kenyamanan peserta menjadi tanggung jawab bersama.
Ketua RT setempat, Iskak BS, melihat kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi warga dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial di lingkungan masyarakat.
"Mudah-mudahan ke depan kontribusi warga LDII dalam pembinaan umat ini membantu menuju Indonesia Emas," ujar Iskak.
Pengajian bulanan di Masjid Baitul Kabir itu pada akhirnya bukan sekadar pertemuan rutin. Di tengah kesibukan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat nilai-nilai ibadah, berbagi kepedulian, sekaligus merawat hubungan sosial antarwarga.
Dengan sekitar 800 peserta yang hadir, kegiatan itu juga memperlihatkan bagaimana ruang ibadah dapat menjadi tempat bertemunya berbagai aktivitas sosial masyarakat—dari pembinaan keagamaan hingga gotong royong menjaga ketertiban bersama.
Laporan: Jumanto | Editor: Mahar Prastowo
