Masjid yang dikelola LDII PC Rumbai Barat ini rutin menyelenggarakan majelis ta’lim dua kali setiap minggu, setiap Senin dan Jumat malam. Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membentuk pribadi mukmin yang taat dan tertib.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Nur Huda menekankan pentingnya kepedulian terhadap peraturan agama Islam.
“Kesucian supaya dijaga terutama di area masjid, karena itu bisa jadi peluang siksa kubur kalau kita tidak bisa menjaga kesucian. Kita supaya peduli terhadap peraturan yang ada di dalam agama Islam,” tegas Ustadz Nur.
Beliau juga membeberkan tips konkret agar setiap muslim mampu menjadi mukmin sejati:
- Harus hobi mengaji ilmu agama. Kefahaman harus dicari. Jika waktunya majelis ta’lim, wajib hadir dan mempersungguh kehadiran dengan datang lebih awal.
- Hobi mendengar nasehat agama dan tausiyah.
- Bergaul dengan orang yang memahami agama.
- Ridho terhadap peraturan dalam agama, lalu diperkuat dan dipersungguh hingga terlaksana.
- Tertib dalam kehadiran majelis ta’lim. Berusaha menertibkan diri agar selalu hadir tepat waktu dan konsisten.
Pesan ini relevan bagi seluruh jamaah. Menjaga kesucian masjid bukan hanya soal kebersihan fisik, melainkan cerminan ketaatan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Sementara tips menjadi mukmin sejati menuntut komitmen nyata: hadir lebih awal, mendengar dengan khusyuk, bergaul dengan orang saleh, dan menertibkan diri.
Majelis ta’lim di Masjid Jamiatul Anshor terus menjadi pengingat bahwa iman yang sejati lahir dari ilmu yang diamalkan, kesucian yang dijaga, dan peraturan agama yang diridhai. Jamaah diajak tidak hanya mendengar, tetapi juga melaksanakan dengan sungguh-sungguh.
