Muscab Pramuka Bitung VIII Dibuka Hengky Honandar: Bukan Sekadar Memilih Ketua, tetapi Menentukan Arah Lima Tahun ke Depan



LUGAS | BITUNG — Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Bitung VIII resmi dibuka Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, Kamis, 10 September 2026. Forum yang berlangsung di Ruang Lantai IV Kantor Wali Kota Bitung itu diharapkan tidak berhenti pada agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah gerakan untuk lima tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Hengky Honandar menempatkan Muscab sebagai bagian penting dari proses memperkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Menurut dia, musyawarah organisasi bukan sekadar mekanisme memilih siapa yang akan memimpin, melainkan kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan dan apa yang masih harus dibenahi.

“Muscab ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai forum pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan merumuskan langkah strategis Gerakan Pramuka Kota Bitung untuk lima tahun ke depan.”

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Generasi muda hidup dalam lingkungan yang semakin dipengaruhi teknologi, arus informasi dan perubahan pola komunikasi.

Dalam situasi itu, Gerakan Pramuka dituntut tidak kehilangan relevansinya. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong dan pengabdian tetap harus dipertahankan, namun cara menyampaikannya perlu menyesuaikan perkembangan zaman.

Hengky berharap kepengurusan Gerakan Pramuka Kota Bitung ke depan mampu menghadirkan inovasi dalam pembinaan generasi muda. Program-program yang telah berjalan baik perlu dipertahankan, sementara ruang untuk pembaruan harus terus dibuka.

Ia juga mengingatkan agar proses Muscab berlangsung demokratis, tertib dan dalam suasana persaudaraan. Perbedaan pilihan dalam organisasi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

Kepentingan Gerakan Pramuka harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Bagi Pemerintah Kota Bitung, pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang. Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga manusia yang memiliki karakter, integritas, keterampilan dan kemampuan memimpin.

Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan terus mengambil peran dalam membentuk generasi muda Bitung yang tidak hanya cakap menghadapi perubahan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan daerahnya.

“Mari kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu kekuatan dalam membentuk generasi muda Kota Bitung yang tangguh, disiplin, kreatif, peduli, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.”

Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan yang nantinya menerima mandat Muscab.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan semata-mata terletak pada siapa yang terpilih menjadi ketua. Ukurannya justru terlihat dari seberapa jauh kepemimpinan baru mampu mengubah amanah menjadi program, program menjadi kegiatan, dan kegiatan menjadi manfaat nyata bagi generasi muda.

Pemerintah Kota Bitung pun mendorong penguatan sinergi antara Gerakan Pramuka, pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Gerakan Pramuka tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pembinaan generasi muda. Dibutuhkan kerja bersama agar nilai-nilai yang ditanamkan dalam kepramukaan dapat tumbuh menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan Muscab Pramuka Kota Bitung VIII akhirnya bukan sekadar penanda dimulainya sebuah agenda organisasi. Ia menjadi titik awal untuk menentukan apakah Gerakan Pramuka Bitung mampu membaca perubahan, beradaptasi dengan zaman, dan tetap menjadi ruang penting bagi lahirnya generasi yang berkarakter.

Lima tahun ke depan akan menjadi ujian bagi kepengurusan baru: apakah Muscab hanya menghasilkan kepemimpinan baru, atau benar-benar melahirkan gerakan baru.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1