Musprov VI PERSINAS ASAD Sumbar Dorong Prestasi Pesilat dan Pelestarian Silek

Sekretaris Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri

LIGAS | Padang (16/9) —  Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Sumatera Barat menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VI pada Selasa (15/9) hingga Rabu (16/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah pembinaan pesilat secara berkelanjutan.

Sekretaris Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, mengatakan silat ASAD merupakan salah satu bentuk bela diri yang bersumber dari warisan leluhur bangsa Indonesia. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam khazanah pencak silat nasional karena masyarakat Minangkabau mempunyai tradisi silek yang telah tumbuh dan diwariskan secara turun-temurun.

“Ranah Minang merupakan daerah dengan akar budaya "Silek" (silat) yang sangat kental, sehingga kehadiran PERSINAS ASAD harus mampu bersinergi erat dengan kearifan tradisi bela diri yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat,” ujar Weda.

Ia menjelaskan, tradisi silek di Minangkabau tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga erat dengan nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, persaudaraan, serta pembentukan karakter. Karena itu, kekayaan budaya tersebut dapat menjadi bagian dari semangat pembinaan pesilat di lingkungan PERSINAS ASAD.

Weda juga mendorong jajaran Pengprov PERSINAS ASAD Sumatera Barat bersama seluruh Pengkot untuk memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang. Pembinaan, kata dia, tidak cukup diarahkan untuk mengejar prestasi pertandingan, tetapi juga perlu membekali pesilat dengan karakter dan kemandirian.

“Pengprov nantinya bersama Pengkot yang ada, harus aktif membina para atlet agar tidak hanya mampu mencapai prestasi tertinggi di berbagai kejuaraan, melainkan juga sekaligus membentuk kemandirian hidup,” tegas Weda di hadapan peserta Musprov.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah perguruan silat tidak semata-mata dilihat dari banyaknya medali yang diperoleh. Lebih jauh, proses pembinaan harus mampu melahirkan pesilat yang bersahaja, memiliki integritas, serta mampu menjaga persaudaraan.

“Silat pada hakikatnya adalah wadah silaturahim untuk memperbanyak teman dan menjalin kerukunan antarsesama, bukan sarana unjuk kehebatan apalagi menyombongkan kemampuan bela diri,” ucapnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Weda, perlu diterapkan secara nyata dalam kehidupan para pesilat, termasuk dalam proses latihan di gelanggang. Semangat silek sebagai warisan budaya Minangkabau dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi dan pendidikan karakter.

Ia berharap para pengurus, pelatih, dan warga PERSINAS ASAD dapat terus menjaga nilai moral dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.

“Saya mengajak seluruh pengurus, pelatih, dan warga perguruan untuk senantiasa meningkatkan akhlak mulia serta berbudi pekerti luhur dalam setiap sendi kehidupan,” imbuhnya.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Sumatera Barat Masa Bakti 2021–2026, Roy Gabro, menyatakan kesiapan jajaran pengurus untuk menindaklanjuti arah kebijakan yang disampaikan Pengurus Besar PERSINAS ASAD.

Menurut Roy, Musprov VI menjadi forum penting untuk menyatukan visi seluruh jajaran, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menyusun program pembinaan yang lebih strategis untuk periode berikutnya.

“Kegiatan konsolidasi ini merupakan bagian integral dari rangkaian agenda Musprov ke-VI ASAD Sumbar guna menyatukan visi, menyusun program pembinaan strategis, serta mengokohkan struktur organisasi ke depan,” jelas Roy.

Rangkaian Musprov VI PERSINAS ASAD Sumatera Barat berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (15/9) hingga Rabu (16/9). Dalam agenda tersebut, kepengurusan periode 2021–2026 akan memasuki masa demisioner dan selanjutnya dilanjutkan dengan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1