Pengajian Masjid Jamiatul Anshor Tekankan 29 Karakter, Profesionalitas dan Prioritas Akhirat


LUGAS | PEKANBARU — Pengajian rutin Masjid Jamiatul Anshor, Jalan Sri Kurnia RT 01/RW 05, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Senin (28/9/2026) malam ba’da Isya, menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi penerus sebagai bekal menghadapi kehidupan dan tantangan masa depan.

Tausiyah disampaikan Ustadz Sabaruddin Nasution, yang juga Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Agrowisata. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan pentingnya penerapan 29 karakter dalam kehidupan, terutama bagi generasi penerus agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kualitas, tanggung jawab dan dibutuhkan di masa mendatang.

Menurut Ustadz Sabaruddin, karakter tidak cukup hanya dipahami secara teori. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika seseorang menjalankan pekerjaan dan tanggung jawabnya.

“Bekerja harus profesional, disiplin, tanggung jawab. Itu bagian daripada ilmu,” tegas Ustadz Sabaruddin.

Dunia Dijalani, Akhirat Tetap Menjadi Prioritas

Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Sabaruddin juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara cita-cita dunia dan orientasi akhirat.

Ia menilai orang yang baik adalah mereka yang memiliki cita-cita untuk kehidupan dunia sekaligus mempersiapkan kehidupan akhirat. Namun, orientasi terhadap akhirat harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar.

Ia menggambarkannya dengan perbandingan 40:60, yakni 40 persen untuk urusan dunia dan 60 persen untuk akhirat.

“Orang yang baik itu adalah orang yang bercita-cita dengan dunianya dan juga akhiratnya,” ujar Ustadz Sabaruddin.

Menurutnya, bekerja dan memenuhi kebutuhan dunia tetap merupakan bagian dari kehidupan yang harus dijalani. Namun, kesibukan pekerjaan tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban beribadah.

“Apa pun pekerjaan kita, kita sempatkan untuk beribadah. Jangan karena kerja kita tidak bisa ibadah,” pesan Ustadz Sabaruddin.

Jangan Sampai Kesibukan Dunia Menggeser Ibadah

Ustadz Sabaruddin menegaskan, kehidupan dunia tidak boleh membuat seseorang lupa terhadap tujuan akhir kehidupannya. Ketika seseorang hanya mengejar kepentingan dunia dan tidak memikirkan akhirat, orientasi hidupnya akan berbeda.

Sebaliknya, menurutnya, ketika seseorang lebih mengutamakan kepentingan akhirat, kehidupan dunia akan ditempatkan secara lebih proporsional.

Mendahulukan akhirat bukan berarti meninggalkan pekerjaan maupun urusan dunia. Justru, setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional, disiplin dan bertanggung jawab, sembari tetap menjaga kewajiban ibadah.

“Karena lebih mementingkan akhirat itu lebih penting,” tegas Ustadz Sabaruddin.

Ia juga menyampaikan bahwa orientasi kepada akhirat dapat membentuk sikap hidup yang lebih sederhana dan menghadirkan rasa cukup dalam hati.

“Paling tidak kalau kita lebih mementingkan akhirat, hidup kita selalu merasa cukup, hati kita diberi rasa kaya,” tutur Ustadz Sabaruddin.

Masjid Menjadi Ruang Pembinaan

Pesan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang berlangsung melalui pengajian rutin di Masjid Jamiatul Anshor. Kegiatan tidak hanya diarahkan untuk menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong jamaah menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata.

Diketahui, Masjid Jamiatul Anshor dikelola oleh LDII PC Rumbai Barat. Masjid yang berada di lingkungan Kelurahan Agrowisata tersebut menjadi salah satu ruang kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat melalui pengajian rutin serta tausiyah.

Melalui kegiatan tersebut, pembentukan karakter, profesionalitas dalam bekerja, kedisiplinan, tanggung jawab dan konsistensi dalam beribadah terus ditekankan sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi yang tidak hanya mampu menghadapi kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1