“Suara Tak Kenal Usia! BIAC Sulut Adu Bakat Vokal Usia 40, Saksikan Malam Ini di Cafe Baku Sayang”





LUGAS | BITUNG — Panggung seni di Kota Bitung kembali dibuka. Bitung Art Community Sulawesi Utara (BIAC Sulut) menyiapkan ajang vokal terbuka bagi peserta berusia 40 tahun ke atas. Pesertanya terbuka bagi pencinta musik dari Bitung, wilayah kepulauan hingga daerah lain di Sulawesi Utara.

Ajang tersebut tidak sekadar mencari pemenang. BIAC Sulut ingin menghadirkan ruang bagi para pekerja seni untuk tampil, berkompetisi dan membangun kebersamaan tanpa sekat komunitas maupun daerah.

Panitia BIAC Sulut, Erkey Bitung Kiboris, mengatakan peserta akan mengikuti babak penyisihan dengan membawakan dua lagu.

Lagu pertama diwajibkan berupa lagu daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Sementara lagu kedua bersifat bebas, baik lagu Indonesia, Barat, pop maupun lagu daerah.

“Ini menjadi wadah untuk seluruh pekerja seni. Tidak ada kotak-kotak. Semua peserta kita berikan kesempatan yang sama untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik,” kata Erkey.

Pada babak penyisihan, panitia memperkirakan sekitar 15 hingga 20 peserta dapat tampil dalam satu sesi. Setiap peserta mendapat waktu sekitar 10 menit untuk membawakan dua lagu, termasuk waktu penilaian dan komentar dari dewan juri.

Dengan 20 peserta, satu sesi dapat berlangsung sekitar 200 menit atau lebih dari tiga jam. Karena itu, panitia menyiapkan kemungkinan pembagian beberapa sesi apabila jumlah pendaftar membludak.

“Rencana pelaksanaannya sekitar 14 hari. Tetapi kalau peminat membludak, kami akan membuat beberapa sesi,” ujar Erkey.

Peserta tidak hanya berasal dari daratan Kota Bitung. Peserta dari wilayah kepulauan maupun daerah lain tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut sesuai kategori dan ketentuan panitia.

Juri Berpengalaman Disiapkan

Untuk menjaga kualitas penilaian, BIAC Sulut menyiapkan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang seni dan musik.

Salah satu juri berasal dari Dinas Pariwisata. Sementara juri lainnya disebut memiliki pengalaman sebagai juri Bitung Idol di Sulawesi Utara.

Kehadiran para juri diharapkan tidak hanya menentukan pemenang, tetapi juga memberikan masukan kepada peserta mengenai kualitas penampilan mereka.

Menurut Erkey, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni Kota Bitung dan Sulawesi Utara.

“Tujuannya untuk lebih memperkenalkan Bitung dan Sulawesi Utara melalui seni. Ini wadah untuk seluruh pekerja seni,” ujarnya.

Ichal Mamuntu: Cafe Baku Sayang Jadi Ruang Berkesenian

Salah satu lokasi kegiatan adalah Cafe Baku Sayang di kawasan Patung Dotulong, Kota Bitung.

Ichal Mamuntu, yang terlibat sebagai panitia sekaligus pemilik Cafe Baku Sayang, mengatakan tempat tersebut terbuka untuk menjadi ruang berkegiatan bagi masyarakat dan pekerja seni.

“Harapan kami, Cafe Baku Sayang bisa menjadi salah satu ruang bagi teman-teman pekerja seni untuk berkarya dan menampilkan kemampuan. Yang paling penting, seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama,” kata Ichal.

Selain terlibat dalam kepanitiaan dan menyediakan lokasi kegiatan, Richard juga dikenal sebagai Ketua KEK (Kerukunan Esa Keter), sebuah wadah yang menghimpun gabungan sejumlah organisasi masyarakat di Kota Bitung dan Sulawesi Utara.

Dalam kapasitas tersebut, Ichal melihat kegiatan seni sebagai salah satu ruang yang dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Musik dan seni bisa menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan. Karena itu, kegiatan seperti ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga bagaimana kita memberikan ruang kepada masyarakat dan pekerja seni untuk berkarya,” ujar Ichal.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung terbuka dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta.

Ketua KEK Dorong Kebersamaan Melalui Seni

Sebagai Ketua KEK, Ichal mengatakan semangat kebersamaan menjadi salah satu hal yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

“Tidak boleh ada sekat-sekat dalam berkesenian. Siapa pun yang memiliki kemampuan dan ingin tampil harus diberikan ruang. Kita ingin kegiatan ini menjadi panggung bersama,” katanya.

Menurut dia, usia bukan alasan untuk berhenti berkarya.

“Jangan gugup. Tampilkan kemampuan terbaik dan percaya diri. Jadikan panggung ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa pekerja seni di Bitung dan Sulawesi Utara memiliki potensi,” ujar Ichal.

Pendaftaran Rp50 Ribu

Peserta yang ingin mengikuti ajang tersebut dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp50 ribu.

Pendaftaran dipusatkan melalui panitia di Cafe Baku Sayang, kawasan Patung Dotulong, Kota Bitung.

BIAC Sulut mengajak para pencinta musik berusia 40 tahun ke atas untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Rencana kegiatan berlangsung selama sekitar 14 hari. Namun, apabila jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang disiapkan, panitia akan membagi pelaksanaan ke dalam beberapa sesi.

Bagi BIAC Sulut, panggung ini bukan semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pekerja seni untuk kembali tampil, berkarya dan memperlihatkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berada di atas panggung.

“Tampilkan yang terbaik, percaya diri dan jangan gugup. Penampilan terbaik yang akan menjadi juara,” ujar Erkey Bitu Kiboris.


0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1