Tito Perwakilan dari Ponpes Minhaajurrosyidiin Ikuti IN2HCC 2026 di Jakarta


LUGAS | SURABAYA — Perwakilan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Tito Abdul Azis, terpilih mengikuti Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2026 di Surabaya sebagai wakil Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026.

Dalam ajang tersebut, Tito membawa menu keluarga bertajuk Nasi Liwet Harum, Ayam Goreng Basah, dan Tumis Genjer Terasi. Sajian tersebut dilengkapi sambal bawang, tahu, serta tempe goreng.

Nasi liwet yang disiapkan menggunakan ikan teri Medan sebagai salah satu bahan utama. Sementara ayam goreng basah diolah menggunakan perpaduan bumbu rempah dan air kelapa untuk menghasilkan cita rasa yang menjadi bagian dari konsep menu keluarga yang diusung.

Menu tersebut memadukan sumber karbohidrat, protein hewani, dan sayuran sesuai ketentuan kompetisi. Para peserta ditantang menyiapkan dua porsi makanan dalam waktu 60 menit, masing-masing satu porsi untuk ditampilkan dan satu porsi sebagai menu keluarga.

Penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada cita rasa dan tekstur makanan. Peserta juga dinilai berdasarkan teknik memasak, kreativitas, penyajian, serta penerapan aspek halal, higienitas, dan kebersihan selama proses pengolahan makanan.

IN2HCC 2026 mempertemukan peserta yang mewakili wilayah kerja kantor perwakilan Bank Indonesia dari berbagai kabupaten, kota, dan provinsi di Pulau Jawa. Tito membawa nama Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin sekaligus menjadi perwakilan KPw Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta pada kategori pondok pesantren.

Keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi lingkungan pesantren untuk memperkenalkan potensi kuliner halal sekaligus mengembangkan keterampilan di bidang pengolahan pangan. Kompetisi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan memperluas wawasan mengenai standar penyajian kuliner halal.

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin berharap keikutsertaan Tito dapat menjadi pengalaman positif sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan keterampilan dan potensi usaha pesantren di bidang kuliner halal.

Melalui partisipasi dalam IN2HCC 2026, keterampilan kuliner yang berkembang di lingkungan pesantren diharapkan dapat terus diarahkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat. (Rizal Putra Milda)

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1