LUGAS | JAKARTA — Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin mengikuti Pelatihan Sistem Informasi Pelaku Usaha Syariah Bank Indonesia (SIPUSBI) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Senin (21/9/2026). Kegiatan berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta–Diponegoro, Jakarta Pusat.
Ponpes Minhaajurrosyidiin diwakili Sekretaris Pondok Pesantren H. Ujang Saepudin dan Ketua Bidang Usaha Pertanian dan Perkebunan Darmawansyah. Keduanya mengikuti pelatihan bersama perwakilan pondok pesantren mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Pelatihan SIPUSBI menjadi bagian dari upaya mendukung pemantauan dan evaluasi perkembangan usaha pondok pesantren. Melalui sistem informasi tersebut, data kegiatan usaha pesantren dapat dikelola dan diperbarui secara lebih terstruktur sehingga perkembangan usaha dapat dipantau berdasarkan data yang tersedia.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai latar belakang dan rencana pengembangan SIPUSBI, pengenalan serta simulasi aplikasi, hingga konfirmasi akses bagi masing-masing perwakilan pesantren. Peserta juga mengikuti sesi penyempurnaan dan pengkinian data usaha pesantren pada sistem.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan SIPUSBI serta proses pengelolaan data usaha pesantren.
Bagi Ponpes Minhaajurrosyidiin, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data kegiatan usaha pesantren, termasuk usaha di bidang pertanian dan perkebunan.
Pemahaman terhadap sistem informasi tersebut diharapkan dapat membantu pesantren mengikuti proses pelaporan sekaligus pemantauan perkembangan usaha yang dilakukan bersama Bank Indonesia.
Keikutsertaan H. Ujang Saepudin dan Darmawansyah juga menjadi bagian dari langkah Ponpes Minhaajurrosyidiin dalam meningkatkan pengelolaan kegiatan usaha. Dengan data yang tertata dan diperbarui secara berkala, pesantren memiliki dasar informasi yang lebih sistematis untuk mengevaluasi perkembangan usaha serta menyusun rencana pengembangan berikutnya. (Rizal Putra Milda)