LUGAS | BITUNG — Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Paparan asap dan partikel debu halus berisiko memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan.
Pemerintah Kota Bitung meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan kesehatan selama kondisi udara belum membaik. Imbauan ini juga menyasar orang tua, tenaga pendidik, serta pengelola satuan pendidikan agar melindungi anak-anak dari paparan asap dan debu.
“Warga Kota Bitung dianjurkan untuk selalu menggunakan masker respirator saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Hengky.
Selain penggunaan masker, Honandar meminta orang tua memastikan anak-anak mengenakan pelindung pernapasan saat berangkat dan pulang sekolah. Tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan siswa dan menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara.
“Semua tenaga pendidik, dengan adanya kondisi ini, kiranya bisa fokus pada kesehatan siswa, mulai membatasi kegiatan olahraga atau aktivitas di lapangan terbuka, serta memastikan para siswa tetap memakai masker di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Honandar juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Langkah tersebut terutama perlu diterapkan bagi kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru.
Di samping itu, masyarakat diminta menjaga kecukupan konsumsi air putih dan memenuhi kebutuhan gizi. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Jika ada keluhan kesehatan, cepat langsung ke puskesmas atau pusat kesehatan lainnya,” kata Honandar.
Pemerintah Kota Bitung berharap langkah pencegahan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak paparan asap. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta perhatian terhadap gejala gangguan kesehatan menjadi bagian penting dalam melindungi diri dan keluarga selama kondisi udara berisiko.
