KLATEN – Kepolisian Sektor (Polsek) Pedan mengintensifkan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Curhat di Masjid Khoirul Fatihin, Sonayan RT 13/RW 04, Desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten pada 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial berbasis lingkungan keagamaan.
Kapolsek Pedan AKP Nyoto, S.H., M.H., hadir didampingi IPDA Agus Supriyanto, S.H. Kehadiran keduanya disambut Takmir Masjid Khoirul Fatihin, Joko Parwoto.
Kapolsek Pedan AKP Nyoto, S.H., M.H., hadir didampingi IPDA Agus Supriyanto, S.H. Kehadiran keduanya disambut Takmir Masjid Khoirul Fatihin, Joko Parwoto.
Dalam pertemuan tersebut, AKP Nyoto menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kenakalan remaja, penggunaan knalpot brong, hingga berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan yang berpotensi memicu api. Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif apabila tumbuh dari kesadaran dan kepedulian bersama.
Selain itu, persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian. Keluarga, lingkungan masyarakat, dan tokoh agama memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar tumbuh dengan perilaku positif, disiplin, serta menghormati norma sosial.
“Pembinaan generasi muda perlu dilakukan bersama-sama. Peran orang tua, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting agar anak-anak dan remaja memiliki kegiatan positif serta tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat mengganggu ketertiban,” pesan AKP Nyoto.
Kapolsek juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, khususnya terkait penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan. Mari kita jaga kenyamanan bersama dengan menghormati hak orang lain, termasuk ketenangan warga saat beristirahat maupun menjalankan ibadah,” tegasnya.
Nuansa religius dalam kegiatan Jumat Curhat turut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kehidupan bermasyarakat yang aman dan harmonis.
Melalui kegiatan ini, Polsek Pedan mengajak masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap potensi gangguan keamanan di sekitarnya. Warga diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban, sehingga dapat ditangani secara tepat.
Sinergi antara kepolisian, takmir masjid, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan komunikasi yang terbuka serta kepedulian yang berkelanjutan, pesan kamtibmas dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (Rizal PM)