LUGAS | BITUNG — Ketika api melalap permukiman warga di Lorong Dua, Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Jumat (16/10/2026) dini hari, yang tersisa bukan hanya kerusakan bangunan. Sejumlah keluarga juga harus menghadapi kehilangan, ketidakpastian, dan kebutuhan untuk kembali menata kehidupan. Di tengah situasi itu, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie mendatangi warga terdampak, mendirikan Posko Polres Bitung Peduli, dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.
Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan kemanusiaan bagi warga yang sedang melewati masa sulit. Kapolres bersama rombongan tidak hanya meninjau lokasi kebakaran, tetapi juga menemui masyarakat dan mendengarkan kondisi mereka setelah musibah yang mengganggu kehidupan sehari-hari itu.
Di lokasi, bantuan yang diserahkan berupa beras, air mineral, mi instan, minyak kelapa, gula pasir, telur, kopi, dan teh. Bantuan tersebut dipercayakan kepada Lurah Pateten Satu Christiany Sugiyanto, S.E., untuk disalurkan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan.
Bagi keluarga yang baru mengalami kebakaran, kebutuhan mendasar menjadi persoalan yang harus segera dihadapi. Ketika tempat tinggal atau harta benda mengalami kerusakan, urusan memperoleh makanan dan memenuhi kebutuhan keluarga tidak dapat menunggu sampai seluruh keadaan kembali normal.
Karena itu, Polres Bitung mendirikan tenda sebagai Posko Polres Bitung Peduli di lokasi terdampak. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan dukungan bagi warga sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dalam penyaluran bantuan.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Pateten Satu. Menurut dia, dampak kebakaran tidak hanya menyangkut kerusakan fisik, tetapi juga kondisi emosional keluarga yang harus menghadapi perubahan mendadak dalam kehidupan mereka.
“Kami menyadari, ketika kebakaran terjadi, yang terdampak bukan hanya bangunan dan harta benda, tetapi juga perasaan, ketenangan, dan kehidupan keluarga yang harus kembali ditata. Tidak mudah menghadapi keadaan seperti ini, terlebih ketika rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung mengalami kerusakan atau tidak lagi dapat ditempati,” ujar Kapolres.
Ia mengatakan, kedatangan Polres Bitung bersama Bhayangkari bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan. Pihaknya ingin bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan menunjukkan bahwa warga yang tertimpa musibah tidak menghadapi keadaan tersebut sendirian.
“Kami tahu bantuan ini tidak dapat menggantikan apa yang telah hilang. Namun, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari dan menguatkan semangat saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” katanya.
Kapolres juga mengajak warga untuk tetap saling membantu dan menjaga semangat persaudaraan selama menjalani masa pemulihan. Dalam keadaan sulit, kata dia, kepedulian antarsesama menjadi kekuatan yang dapat membantu masyarakat melewati cobaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Bitung Kompol Bartholomeus Dambe, S.H., para pejabat utama, kapolsek jajaran, personel Polres dan Polsek, serta pengurus Bhayangkari Cabang Bitung. Hadir pula Camat Aertembaga Stenly Tatipang, S.Sos., Lurah Pateten Satu Christiany Sugiyanto, S.E., dan unsur masyarakat setempat.
Keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan diperlukan agar bantuan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak mendapat perhatian setelah kebakaran.
Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie bersama pengurus Bhayangkari menambah unsur dukungan sosial dalam kegiatan tersebut. Kepedulian terhadap keluarga korban menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga perhatian terhadap orang-orang yang harus menjalani hari-hari setelah kehilangan.
Kebakaran mungkin terjadi dalam waktu singkat, tetapi dampaknya dapat dirasakan jauh lebih lama oleh keluarga yang terdampak. Rumah bukan sekadar bangunan; di dalamnya ada ruang untuk beristirahat, menyimpan kenangan, dan menjalani kehidupan bersama keluarga.
Di tengah keadaan itu, bantuan kebutuhan pokok mungkin tidak dapat memulihkan seluruh kerugian. Namun, kehadiran dan perhatian dapat menjadi penopang awal ketika warga berusaha kembali berdiri.
Melalui kegiatan Polres Bitung Peduli, Polres Bitung menunjukkan peran kepolisian yang tidak terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Pelayanan kepada masyarakat juga menuntut kepekaan terhadap keadaan warga, terutama ketika mereka menghadapi musibah.
Bagi warga Pateten Satu, perjalanan untuk memulihkan keadaan masih harus dilalui. Dukungan dari kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban serta menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit.
Di tengah sisa-sisa kebakaran, kepedulian menjadi salah satu hal yang dapat dihadirkan segera: bukan untuk menghapus kehilangan, melainkan untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tetap memiliki dukungan dalam menghadapi hari-hari berikutnya.
Polres Bitung — Hadir dengan Kepedulian, Bergerak dengan Kemanusiaan.




