SRAGEN – Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Sragen, H. Joko Triyono, menghadiri rapat persiapan penyelenggaraan Festival Pendekar Nusantara 2026 yang digelar di Rumah Makan Warso, Warung Ndeso, Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB.
Festival yang untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di Kabupaten Sragen ini menjadi momentum penting untuk mengangkat marwah dunia persilatan sekaligus memperkuat persaudaraan ant perguruan pencak silat di Bumi Sukowati.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sragen, Agus Winarno, saat membuka rapat menyampaikan bahwa festival tersebut mendapat dukungan dari Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk menunjukkan kekayaan budaya pencak silat serta memperkuat citra Sragen sebagai daerah yang menjunjung tinggi warisan budaya bangsa.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah peragaan jurus bersama yang melibatkan 17 perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen, dengan target 300 pendekar untuk upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Selain itu, festival juga direncanakan menghadirkan sekitar 3.000 peserta dalam penampilan karnaval. Nuansa budaya lokal akan diperkuat melalui rencana penggunaan pakaian pendekar Sukowati oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Misalnya, Sekretaris Daerah direncanakan mengenakan pakaian pendekar Joko Tingkir.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Srawung Silat, yang menghadirkan 17 ketua perguruan pencak silat sebagai pembicara. Setiap perguruan juga direncanakan memperoleh satu stan UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat tersebut, pihak ketiga sebagai event organizer (EO) dari Tribunnews turut memaparkan konsep dan rangkaian pelaksanaan festival. Hadir pula Ketua Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS), Heru Agus Santoso, yang menjadi bagian dari tim konseptor kegiatan bersama Ari dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Kehadiran H. Joko Triyono dalam rapat ini menjadi bagian dari keterlibatan PERSINAS ASAD Sragen dalam persiapan agenda besar yang mempertemukan berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen.
Festival Pendekar Nusantara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni bela diri, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, menanamkan nilai-nilai luhur pencak silat, serta memperkenalkan budaya pendekar Sukowati kepada masyarakat luas.
Melalui kolaborasi 17 perguruan pencak silat dan dukungan pemerintah daerah, festival ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi perkembangan dunia persilatan di Kabupaten Sragen. (Humas ASAD Jateng)