LUGAS | BITUNG — Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kepolisian, pemerintah, ulama, keluarga, dan masyarakat harus berjalan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus menjaga nilai-nilai moral generasi muda.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Tablig Akbar penutupan Maulid Arba’in Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Dzikir wa Ta’lim Al-Haudh, Sabtu (17/10/2026), di pendopo majelis tersebut.
Kegiatan keagamaan itu menghadirkan Guru Besar Sosiologi Agama Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun serta sejumlah habib, ulama, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa kepolisian harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui komunikasi, imbauan, pencegahan, dan kepedulian terhadap persoalan warga.
Ia menjelaskan, polisi dan ulama memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi. Ulama membimbing keimanan masyarakat, sedangkan kepolisian bertugas menjaga keamanan serta menegakkan hukum.
“Kalau keimanan dasarnya Al-Qur’an, keamanan memiliki dasar hukum berupa undang-undang. Harapan saya, masyarakat dapat menaati peraturan yang berlaku dan memperdalam keimanan melalui Al-Qur’an dan hadis,” demikian inti pesan Kapolres dalam sambutannya.
Ulama dan Aparat Bertanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pesan tersebut sejalan dengan ceramah Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun yang menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat.
Habib Muhammad mengingatkan bahwa ulama dan pemerintah sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap keadaan masyarakat. Ketika keduanya menjalankan tugas secara baik, masyarakat memiliki landasan yang lebih kuat untuk hidup aman, tertib, dan bermoral.
“Keamanan bukan segalanya, tetapi ketika kehilangan rasa aman, kita bisa kehilangan segala-galanya. Demikian juga keimanan; ketika iman hilang, manusia kehilangan pedoman dalam kehidupan dunia dan akhirat,” demikian inti nasihat Habib Muhammad.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah terseret hiruk-pikuk informasi, fitnah, kebohongan, dan berita negatif, termasuk yang beredar melalui media sosial.
Melalui kegiatan Maulid Arba’in, jamaah diajak memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui selawat, zikir, dan doa, sekaligus menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial.
Bagi kepolisian, pesan tersebut relevan dengan upaya menjaga ketertiban masyarakat. Keamanan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada kesadaran warga untuk menghormati aturan dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak
Kapolres Bitung juga mengingatkan para orang tua, guru, dan keluarga agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Ia meminta generasi muda menjauhi narkoba, tidak membawa senjata tajam, serta tidak terlibat tawuran antarkampung maupun antarkelompok.
Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dibebankan hanya kepada kepolisian. Keluarga dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membimbing anak agar tidak terjerumus dalam perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ia juga mengimbau orang tua memastikan anak menggunakan helm ketika berkendara dan tidak mengizinkan mereka mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan serta belum memiliki kecakapan yang memadai.
“Bagian tubuh yang paling rawan saat terjadi kecelakaan adalah kepala. Karena itu, saya berharap bapak dan ibu benar-benar peduli terhadap keselamatan anak-anaknya,” demikian pesan Kapolres.
Ia menegaskan, imbauan kepolisian bukan dimaksudkan untuk menggurui masyarakat, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga.
Menurut dia, aturan dibuat untuk melindungi masyarakat. Karena itu, kepatuhan terhadap hukum perlu dibangun bersama kesadaran moral dan tanggung jawab keluarga.
Kepedulian terhadap Korban Kebakaran
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka juga menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang melanda Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga. Berdasarkan keterangan dalam sambutannya, 19 rumah terdampak, dengan rincian 15 rumah hangus terbakar dan empat lainnya terdampak.
Pemerintah telah memberikan penanganan awal melalui penyediaan tenda oleh BPBD dan mengoordinasikan alternatif tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan.
Randito turut mengajak masyarakat yang ingin memberikan bantuan agar berkoordinasi dengan pemerintah setempat sehingga penyalurannya tepat sasaran.
Kehadiran unsur kepolisian, pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta kepedulian terhadap persoalan sosial di Kota Bitung.
Tablig Akbar penutupan Maulid Arba’in itu dihadiri Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun, Guru Habib Abdullah bin Ali bin Smith, Habib Husein bin Ali bin Smith, KH. Yaser Bachmid, Lc., KH. Fauzi Ahmad Badaru, KH. Khalid Falluggal, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, perwakilan Kodaeral VIII, anggota DPRD, unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan jamaah.
Kapolres berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, ulama, keluarga, dan masyarakat terus diperkuat agar Kota Bitung tetap aman, tertib, dan harmonis.(Azaqhi07)






