LUGAS - SIDOARJO – Para murid SMP PGRI 1 Buduran unjuk kompetensi pada Pekan Projek Semester Ganjil tahun ajaran 2026/2027, Selasa-Rabu (13-14/10/2026). Terdiri dari KKSB (Kelas Khusus Seni Budaya) dan Kelas Peminatan. Mereka mengerjakan projek masing-masing dengan berkolaborasi bersama rekan-rekannya. Mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi dan evaluasi.
KKSB terdiri dari Seni Musik Tradisi (Karawitan), Seni Tari, dan Seni Rupa. Adapun Kelas Peminatan terdiri dari Tata Boga, DKV (Desain Komunikasi Visual), English Conversation, dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si., M.Pd., Gr. mengatakan, kegiatan Pekan Projek ini sesungguhnya untuk menilai capaian pembelajaran para murid selama setengah semester. Jika dulu dikenal sebagai PTS (Penilaian Tengah Semester), UTS (Ujian Tengah Semester) atau STS (Sumatif Tengah Semester). Sebagai asesmen (penilaian) sumatif para murid.
“Yang juga perlu dipahami, SMP PGRI 1 Buduran merupakan sekolah model implementasi PM (Pembelajaran Mendalam) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Khusus untuk PM, kami selalu berupaya mewujudkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Sedangkan untuk KKA, di sekolah kami sekarang sudah ada kelas peminatan KKA,”katanya.
Guru KKSB Seni Tari, Pungky Sandratari Sri Galuh Kartika Sari menyebutkan, materi seni tari yang diujikan adalah Tari Remo Munali Patah. Dengan indikator penilaian : ketepatan gerak, iringan, ekspresi, penghayatan, pola lantai, kostum dan properti. “Setelah menari, kami juga memberikan refleksi kepada anak-anak. Dengan demikian, ada proses pembelajaran yang bermakna bagi mereka,”ujarnya.
KKSB Seni Musik Tradisi (Karawitan), selain mengiringi secara langsung para murid KKSB Seni Tari menari Tari Remo, juga menampilkan gending “Cakranegara” dan “Ijo-Ijo”. KKSB Seni Rupa, dengan materi ujian Teknik Grid Bergaya Realism.
Guru Tata Boga, Dra. Eva Wahyuda, M.Pd menyebutkan, materi tata boga yang dikerjakan adalah membuat Nasi Bento. Nasi yang dicetak berupa bentuk binatang, yang dihubungkan dengan karakter-karakter. Dengan lauk pauk juga yang sudah ditentukan sesuai dengan menu yang diagendakan. “Kami juga mengajari anak-anak untuk belajar kewirausahaan, mulai merencanakan, membuat, mengemas, menyajikan, hingga menjual. Juga bagaimana menghitung laba-rugi,”ujarnya.
Tata Busana dengan projek membuat kerajinan dengan memanfaatkan kain perca, di antaranya berupa tempat tusuk jarum. Ada juga yang mendapat tugas untuk menyulam yang menghasilkan hiasan dinding. Adapun kelas peminatan English Conversation dengan materi menulis teks deskripsi dan presentasi serta menulis teks report dan presentasi.
(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)



