Temu Kangen di Tahura, Senkom Karanganyar Rawat Kebersamaan Lintas Generasi

 


LUGAS | KARANGANYAR - Suasana sejuk Taman Hutan Raya (Tahura) Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi ruang istimewa bagi sekitar 1.000 anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri dari 17 kecamatan untuk mempererat persaudaraan, Minggu (1/11/2026).

Dalam balutan kegiatan bertajuk Temu Kangen Nyambung Roso dan Doa Bersama, para anggota berkumpul tanpa sekat wilayah maupun perbedaan generasi. Tawa, obrolan hangat, dan suasana kekeluargaan mewarnai pertemuan yang tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum merawat semangat kebersamaan dan pengabdian.

Di bawah rindangnya pepohonan Tahura, para anggota senior dan generasi muda berbaur dalam suasana akrab. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyambung kembali tali silaturahmi, memperkuat soliditas organisasi, sekaligus menyegarkan kembali semangat sukarela yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Senkom Mitra Polri di Kabupaten Karanganyar.

Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar, H. Joko Sutrisno, S.H., M.M., mengatakan kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat hubungan kekeluargaan, menyegarkan kembali visi dan semangat organisasi, serta memberikan apresiasi kepada anggota atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan anggota merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memperkuat kontribusi Senkom dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Karanganyar.

Lima Pesan Pembina untuk Menjaga Semangat Pengabdian

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan doa bersama dan pembekalan nilai-nilai spiritual. Pembina Senkom asal Jawa Timur, KH Anshoridin, dalam pesannya mengingatkan anggota agar senantiasa memegang teguh lima prinsip utama dalam menjalankan perjuangan dan pengabdian.

Kelima prinsip tersebut meliputi benar, kendel atau berani, sabar, bermodal, dan mukhlis.

Prinsip benar dimaknai sebagai keteguhan berpegang pada ajaran Allah SWT dalam Al-Qur'an dan tuntunan Rasulullah SAW melalui Al-Hadis. Sementara itu, kendel atau berani mengajarkan anggota untuk tidak mudah mundur ketika menghadapi tantangan dan risiko.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian, kesiapan modal dan dukungan sumber daya untuk menunjang perjuangan, serta menjaga keikhlasan dalam setiap langkah pengabdian.

Dalam pesannya, KH Anshoridin turut menyampaikan ungkapan Jawa, “Kendel ora nyendakne umur, jireh ora ndawakne umur”, yang mengandung makna bahwa keberanian tidak memperpendek usia, sementara ketakutan tidak pula memperpanjangnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian membutuhkan keberanian, keteguhan prinsip, kesabaran, kesiapan, dan keikhlasan.

Dari Generasi Senior ke Generasi Muda

Salah satu momen yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini adalah pemberian penghargaan kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi lintas generasi.

Di antara mereka terdapat Sriyadi (70), bersama sejumlah anggota senior, yakni Nardi Daryono (64), Pardi (67), Wagiyo (67), Kiman (66), Gutanto (67), dan Maruf Suparmin (66).

Sementara itu, semangat generasi muda turut terlihat melalui kehadiran Fahrul (18), Osa (21), dan Rangga (22). Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian di lingkungan Senkom terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi Pardi (67), menjadi bagian dari Senkom bukan sekadar menjalankan kewajiban organisasi. Lebih dari itu, kebersamaan yang terbangun selama ini telah memberikan makna tersendiri dalam kehidupannya.

“Senkom itu panggilan jiwa sekaligus hiburan. Bisa bersenda gurau dan menikmati masa tua bersama orang-orang baik,” ungkap Pardi dengan senyum.

Pengakuan tersebut menggambarkan sisi humanis dari sebuah organisasi yang tumbuh bukan hanya melalui program dan kegiatan, tetapi juga melalui persahabatan, kepedulian, serta ikatan emosional antaranggotanya.

Pertemuan di Tahura Ngargoyoso pun menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia. Para anggota senior mewariskan pengalaman dan keteladanan, sementara generasi muda membawa energi serta semangat untuk melanjutkan perjalanan organisasi.

Melalui Temu Kangen Nyambung Roso dan Doa Bersama, Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur dan program kerja, tetapi juga pada persaudaraan, keikhlasan, dan semangat saling menguatkan.

Di tengah suasana alam Tahura yang sejuk, satu pesan terasa kuat: selama semangat pengabdian tetap terjaga, kebersamaan akan terus tumbuh dan manfaat bagi masyarakat dapat diwariskan lintas generasi.(GhTJ)

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1