DKM Baitul Atiiq PAC LDII Jaticempaka Bersama Dinkes Kota Bekasi Sinergikan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Tuberkulosis

LUGAS | Kota Bekasi - Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diintegrasikan dengan Tracing Tuberkulosis (TBC) merupakan program kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). 

Seperti halnya kegiatan pemeriksaan gratis dan Tracing TBC yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Atiiq Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Jaticempaka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Puskesmas Pondokgede. Kegiatan berlangsung di lapangan basement Masjid Baitul Atiiq, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/11/2026).

Acara dihadiri Lurah Jaticempaka Edi Djunaedi beserta staf, Ketua RW 02 Marzuki, Ketua RT 01 RW 02 Ahmad Zainudin, para Ketua RT, tokoh masyarakat, jajaran DKM Baitul Atiiq, Senkom Mitra Polri serta warga sekitar. 

Turut hadir dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ricardo dari Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), serta tenaga kesehatan Puskesmas Pondokgede Ns. Panca Puspita Sari, S.Kep dan Nita Mutajilah, Amd.Kep beserta tim kesehatan lainnya beserta relawan. 

Ketua DKM Baitul Atiiq, H. Ari Toufiq, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini sengaja digelar di lingkungan masjid.

"Program Cek Kesehatan Gratis dirancang untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeliharaan kesehatan secara proaktif. Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, termasuk kesehatan. Sinergi ini mengintegrasikan peran ulama dalam pembinaan rohani dengan keahlian tenaga medis dalam aspek promotif dan preventif," jelas H. Ari.

Ia menambahkan, DKM Baitul Atiiq LDII Jaticempaka berkomitmen untuk rutin menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan agar jamaah dan warga sekitar sehat jasmani dan rohani, sehingga dapat beribadah dengan maksimal.

Sementara itu Ketua RT 01 RW 02, Ahmad Zainudin yang akrab disapa Ustadz Zenny, mengaku sangat bersyukur dan senang dengan adanya kegiatan ini di wilayahnya.

"Kami selaku pengurus lingkungan sangat mendukung. Dengan adanya CKG serentak ini, diharapkan semua masyarakat, khususnya warga di RW 02, semakin sadar akan pentingnya menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat, menjaga kebersihan lingkungan, sehingga bisa beribadah dengan khusyuk dan beraktivitas dengan maksimal," ujarnya.

Sebelum pelaksanaan pemeriksaan, Ns. Panca Puspita Sari,S.Kep dan Nita Mutajilah, Amd.Kep dari Puskesmas Pondokgede memberikan penyuluhan kesehatan.

Dijelaskan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan meliputi:

1.  Pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan lingkar perut

2.  Pemeriksaan gula darah sewaktu

3.  Pemeriksaan kolesterol dan asam urat

4.  Skrining kesehatan jiwa dan skrining faktor risiko penyakit tidak menular

5.  Konsultasi dan edukasi kesehatan oleh tenaga medis

Sedangkan untuk Tracing Tuberkulosis (TBC), keduanya menjelaskan bahwa tracing atau pelacakan kontak erat sangat penting untuk memutus rantai penularan TBC.

"Tracing TBC dilakukan untuk menemukan secara dini orang-orang yang pernah kontak erat dengan penderita TBC, mengenali gejala awal seperti batuk lebih dari 2 minggu, demam berkepanjangan, berat badan turun, dan berkeringat di malam hari. Jika ditemukan terduga, akan segera dilakukan pemeriksaan dahak dan rontgen. Manfaatnya adalah agar pengobatan bisa segera dilakukan, gratis, dan tidak menular ke keluarga dan lingkungan," jelas Ns. Panca.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu takut atau stigma terhadap TBC karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur selama 6 bulan yang diawasi oleh Puskesmas.

Sementara itu, Lurah Jaticempaka Edi Djunaedi dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi yang apik antara DKM Baitul Atiiq PAC LDII Jaticempaka dengan Dinas Kesehatan.

"Kami dari Kelurahan Jaticempaka sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada DKM Baitul Atiiq LDII Jaticempaka yang telah menyiapkan tempat yang sangat representatif di basement masjid ini. Ini contoh kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan ormas keagamaan," kata Edi Djunaedi.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan kebersihan lingkungan.

"Mari kita manfaatkan program pemerintah ini. Cek kesehatan itu penting, jangan menunggu sakit. Jaga kebersihan lingkungan, berantas sarang nyamuk, dan jika ada warga yang bergejala TBC, segera lapor ke Puskesmas. Kesehatan adalah modal utama untuk membangun warga yang produktif," tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Warga tampak antri dengan tertib untuk mendapatkan layanan pemeriksaan gratis. DKM Baitul Atiiq juga menyiapkan konsumsi sebagai bentuk pelayanan kepada warga.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesehatan masyarakat Jaticempaka semakin meningkat dan angka penularan TBC dapat ditekan melalui deteksi dini dan edukasi berkelanjutan. (Agus W)





0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1