PAC LDII Mamuju Barat Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui Pencak Silat ASAD

 


LUGAS | MAMUJU BARAT — Pengenalan seni bela diri pencak silat sejak usia dini menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter. Hal itu dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Mamuju Barat melalui pembinaan pesilat kategori caberawit (usia dini) dan praremaja dalam kegiatan latihan Persinas ASAD.

Latihan yang digelar pada 5 November 2026 di Masjid Baitul Mansurin, Mamuju Barat, tersebut diikuti belasan pesilat usia dini. Mereka tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan oleh pelatih.

Pembinaan ini tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bela diri. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda.

PAC LDII Mamuju Barat mendorong pembinaan generasi penerus (generus) melalui Persinas ASAD atau Persatuan Silat Nasional ASAD (Ampuh, Sehat, Aman, Damai). Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri.

Selain itu, latihan pencak silat diharapkan dapat meningkatkan ketahanan fisik, kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan mempertahankan diri.

Pelatih Persinas ASAD, Afdol Panji, yang akrab disapa Panji, mengatakan, materi latihan bagi pesilat kategori caberawit disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.

"Materi yang diberikan meliputi teknik dasar jurus tunggal baku, pembentukan fisik ringan, serta penanaman nilai-nilai disiplin dan kebersamaan sejak usia dini," ujar Panji.

Menurut dia, pengenalan pencak silat kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, aktivitas tersebut juga menjadi sarana membangun karakter positif.

Pencak silat, kata dia, bukan sekadar olahraga atau kemampuan untuk membela diri. Di dalamnya terdapat nilai-nilai mental, adab, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Melalui latihan yang dilakukan secara rutin dan berjenjang, para pesilat caberawit diharapkan dapat berkembang menjadi generasi yang sehat, berkarakter, serta mampu meraih prestasi.

Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Persinas ASAD dalam menyiapkan regenerasi pesilat sejak usia dini. Dengan demikian, nilai-nilai luhur pencak silat tidak hanya dipelajari sebagai keterampilan bela diri, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya.




Laporan: Ibrahim Rudali
Editor: Mahar Prastowo



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1