728x90 AdSpace

  • Latest News

    Indonesia dan Babak Baru E-Learning

    LUGAS | Jakarta - "Untuk mata kuliah, saat ini sudah lebih dari dua ribu mata kuliah yang menerapkan metode pembelajaran ini (e-learning, red). Lalu, dari 100 program studi, sudah 30 persen mata kuliah yang menerapkannya," terang Prof. Paulina Pannen, Ph.D,  Profesor di bidang teknologi instruksi dan e-learning, dalam sebuah seminar E-Learning Strategy, Implementation, & Best Practices di Wisma Apung Perpustakaan Kampus UI Depok.

    E-Learning atau Electronic learning, sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya, tidak terikat dengan infrastruktur kelas karena teknologi informasi dapat memungkinkan kelas jarak jauh, mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

    Sayangnya, penerapan metode pembelajaran jarak jauh atau e-learning pada sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia belum terinisiasi secara sistematis, dan prosentase perguruan tinggi yang menerapkannya belum merata, baru sekitar 16 persen dari sekira 3600 perguruan tinggi.


    Babak Baru E-Learning


    Perkembangan pesat TIK kini membuat kegiatan belajar kapan saja dan di mana saja dapat dilaksanakan. Seiring berjalannya waktu, e-Learning pun berevolusi. Stephen Downes menyebut babak baru e-Learning dengan istilah “e-Learning 2.0”. Menurutnya e-Learning 2.0 memilih pendekatan ’small pieces, loosely joined’ yang mengkombinasikan penggunaan tools dan berbagai layanan. Kini sudah tidak jarang lagi instruktur menggunakan media Facebook untuk mendukung proses belajar mengajar, dalam hal ini terkait penyampaian materi dan juga diskusi.

    Telah banyak inisiatif pemanfaatan TIK untuk mendukung proses belajar dan mengajar. Di tingkat dunia, kita telah mengenal gebrakan Khan Academy serta Massive Open Online Course (MOOC). Beberapa saat sebelum fenomena tersebut hadir, publik sebenarnya lebih mengenal terlebih dahulu MIT OpenCourseWare. Hal ini sebenarnya menunjukkan betapa banyak profesor serta perguruan tinggi terkenal di dunia yang memiliki semangat filantropi yang tinggi. Intinya, ada kecenderungan berbagai perguruan tinggi melakukan resource sharing dalam memberikan akses yg seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini juga dijamin dalam UUD RI, hak setiap penduduk untuk mendapatkan pendidikan.

    Adapun mengenai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sendiri, setelah sekian lama ditunggu akhirnya Peraturan Menteri (Permen) No. 109 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Pendidikan Tinggi muncul juga. Poin PJJ sebenarnya muncul lebih awal dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yaitu pada pasal 31. Mengutip Permen No. 109, pendidikan jarak jauh, yang selanjutnya disingkat PJJ, adalah proses belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. PJJ pada dasarnya bukanlah sesuatu hal yang baru. Jauh sebelum Permen No. 109 muncul, Universitas Terbuka (UT) telah melangsungkan PJJ dan memiliki banyak Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) sebagai unit pelaksana teknis di daerah Pelaksanaan PJJ oleh UT.

    Penduduk Indonesia yang mencapai 240-an juta dan tersebar di berbagai kepulauan, meninggalkan PR yang besar terkait pelaksanaan pendidikan, yaitu: Peningkatan angka partisipasi kasar serta kualitas layanan pendidikan. Berkaca pada jumlah penduduk yang sangat tinggi dan Human Development Index kita yang masih belum beranjak secara signifikan, tentu angka tersebut masih sangat perlu ditingkatkan. Kita memerlukan inovasi dalam proses belajar dan mengajar. Sementara untuk peningkatan kualitas pendidikan, inovasi proses belajar dan mengajar dengan akses kapan saja, di mana saja dapat difasilitasi menggunakan TIK. Dari sisi dosen, mereka merasa perlu untuk menggunakan strategi instruksional yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam konteks pembelajaran online. Adapun dari sisi mahasiswa, mereka dapat memperoleh materi berbasis simulasi, multimedia, atau video yang dapat diputar berulang-ulang.

    Lantas, bagaimanakah caranya untuk dapat memperkuat institusi pendidikan tinggi kita sehingga siap memasuki “babak baru” e-learning? Pertama, perlunya penyelenggaraan pilot study sesegera mungkin dan publikasikan hasilnya. Kedua, pemberian insentif terhadap institusi yang sanggup menjalankan peran sebagai pelaksana PJJ dengan kualitas tinggi. Ketiga, perlunya training for trainers baik di level institusi serta dosen. Pada level institusi, pelatihan perlu dilakukan terkait manajemen PJJ. Sementara bagi dosen, pelatihan dapat diberikan berkenaan dengan pengembangan strategi instruksional dan materi ajar. Kegiatan seminar dan workshop DOED 2014 bertema e-Learning Strategy, Implementation, and Best Practices ini, merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pusat Ilmu Komputer dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia untuk mendukung pengembangan SDM dalam bidang e-Learning di tanah air.


    Efisiensi


    Tak hanya dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi juga dapat diterapkan di bidang lain seperti dalam bisnis dan menjalankan roda berbagai bentuk organisasi. Sentra Komunikasi (Senkom) misalnya, yang menjalankan paperless organization dengan memanfaatkan berbagai platform teknologi yang ada.

    “Dalam melakukan aktifitas sehari-hari seperti laporan situasi kamtibmas sebagai mitra polri, komunikasi kebencanaan serta hankamnas, kami menggunakan berbagai tools komunikasi yang ada seiring dengan perkembangan teknologi, lebih efisien” terang Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H.Mohamad Sirot, S.H, S.IP.

    Infrastruktur jaringan serta ketersediaan sumber daya manusia juga memungkinkan para pihak berkepentingan untuk bermitra dengan Senkom  dalam menyelenggarakan komunikasi jarak jauh secara missal, misalnya dengan kelas e-learning berbiaya murah, teknologi yang mudah serta tinggal pakai, dan tanpa batas.

    “Saat ini kami juga sedang menyiapkan kelas jarak jauh bagi anggota Senkom di seluruh Indonesia untuk mengikuti perkuliahan bidang hukum bagi kader-kader penyuluh kesadaran hukum di seluruh Indonesia. Dalam rangka peningkatan kualitas SDM, kami juga siap bekerjasama dengan kampus manapun untuk penyelenggaraan e-learning program studi lainnya,” terang Sirot.

    [AgusWibowo]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Indonesia dan Babak Baru E-Learning Rating: 5 Reviewed By: Redaksi 2.0
    Scroll to Top