Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Antisipasi Karhutla, Senkom - Polres Tanjabtim Tandatangani MoU



LUGAS | Jambi - Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanjung Jabung Timur Bonijan, S.Pd melaksanakan silaturahmi dengan  Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Deden Nurhidayatullah, S.H., S.I.K., di Aula Paduka Berhala Polres Tanjung Jabung Timur pada Rabu (24/2).

Silaturahmi ini dalam rangka penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Senkom Mitra Polri dengan Polres Tanjung Jabung Timur terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dengan ditandatanganinya MoU Senkom Mitra Polri dan Polres Tanjab Timur  merupakan wujud kerjasama yang semakin solid sehingga Senkom dan Polri selalu bersinergi dalam mengantisipasi karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Setelah menandatangani MoU dengan Senkom Mitra Polri, Kapolres Tanjab Timur AKBP Deden menyampaikan bahwa MoU merupakan tingkat lanjut kerjasama Senkom dengan Polres Tanjab Timur yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

"Penandatanganan MoU ini merupakan implementasi dari kerjasama Senkom dengan Polri yang sudah terlaksana beberapa tahun yang lalu, saya berharap Senkom bisa aktif memberikan informasi terkait karhutla," harap Deden.



AKBP Deden juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Senkom yang selama ini telah membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani bencana diberbagai daerah, khususnya diwilayah hukum Tanjab Timur.

"Saya ucapkan terimakasih atas bantuan senkom selama ini, kedepannya kita tingkatkan terus kerjasama senkom dengan polri," tambahnya

Sementara itu, Bonijan, S. Pd selaku Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanjab Timur berharap setelah penandatanganan MoU ada aplikasi berbasis internet yang bisa mendeteksi titik api sehingga ketika ada informasi titik api cepat diatasi.

"Saya berharap nanti ada aplikasi berbasis internet yang bisa mendeteksi titik api, jadi ketika anggota Senkom mendapat informasi bisa langsung sampai ke pihak kepolisian," harap Bonijan.

Fenomena kebakaran hutan di Indonesia hampir setiap tahun terjadi, kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerugian bagi banyak pihak, selain mengganggu perputaran ekonomi, dampak yang paling buruk dari kebakaran hutan dan lahan adalah menimbulkan masalah kesehatan seperti sesak nafas dan infeksi saluran pernafasan (ISPA).


Laporan Rosyid, Reporter LUGAS Jambi,
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar