Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Dengan Komunikasi dan Musyawarah, Mulyadi Menata Kelurahan Jatibening Baru


LUGAS | Kota Bekasi - Lahan  untuk fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) sejatinya digunakan untuk kepentingan publik seperti melakukan kegiatan bersama agar terjalin komunikasi sosial antar warga. Tapi apabila tanah fasilitas umum itu peruntukkannya kurang (tepat) akan menjadi sorotan warga. Hal itu disampaikan Lurah Jatibening Baru, Mulyadi, S.H.,M.M kepada Agus Wiebowo dari Redaksi LUGAS di taman halaman Kelurahan Jatibening Baru kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, pada Selasa (12/10/2021).

Segala hal yang biasa bisa berubah menjadi luar biasa apabila dipegang oleh orang-orang kreatif dan berani. Itu bukan hanya pepatah atau cerita, tapi dilakukan oleh lurah Jatibening Baru, Mulyadi dan jajarannya bersama warga. Mereka mengubah sebuah area yang sebelumnya kumuh dan berdiri pendopo tidak terawat menjadi halaman luas yang dikelilingi taman indah dan bersih.

"Dua tahun lalu, saya dilantik 29 Oktober 2019, kemudian 7 November 2019 saya sertijab. Saat itu area ini terlihat kumuh dan ditumbuhi banyak rumput liar. Ada bangunan pendopo yang kurang terurus dan terkesan semrawut seperti bukan lokasi kelurahan, apalagi di sini ada puskesmas," kata Mulyadi berkisah.

Dirinya ingat saat itu ada ibu-ibu tua didorong pakai kursi roda menuju puskesmas dan harus memutar dulu ke belakang. Hal itu semakin menguatkan niatnya yang sejak awal menginjakkan kaki di Jatibening Baru ingin menata dan merapikan area kelurahan. Saat itulah dirinya lakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk para tokoh.

"Kita adakan musyawarah," ujarnya.

"Apa yang saya lakukan banyak menuai pro kontra, dan itu bukan pekerjaan mudah. Dengan komunikasi yang baik terutama dengan pendekatan ke komplek perumahan Jatibening Baru, dan terus kami lakukan akhirnya pendopo itu kami bongkar, kami tata dengan baik, dari Proyek BMSDA dan PU bisa dipaving dan ada juga yang kami swadaya murni dengan masyarakat. Kami buatkan pintu akses masuk yang lebih baik dan tidak terhalang lagi," tuturnya.

"Dengan niat ikhlas dan tulus alhamdulillah semua berjalan lancar, yang semula pro kontra tidak terdengar lagi,  sampai saat ini bisa dilihat tempat sudah enak, nyaman,  semua dipaving, dirapikan dengan biaya sendiri maupun sumbangan warga," ungkap Mulyadi .

"Kita lihat sekarang kalau sore anak-anak bisa bermain. Kita pihak kelurahan bisa pakai buat apel pagi atau sore,  pakai buat senam, untuk parkir juga luas, dipakai tempat vaksin dan lain-lain, yang jelas manfaatnya lebih besar," terang Mulyadi.

Penegakan  displin protokol kesehatan lurah Mulyadi mengakui bahwa disiplin prokes di wilayahnya sangat ketat.

"Dengan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan,  alhamdulillah kecenderungan penyebaran Covid-19 bisa ditekan sampai saat ini zero Covid," ucap Mulyadi.

Lanjutnya, "tetapi tetap jangan lengah, kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga kebiasaan memakai masker, menjaga jarak dan menjalankan hidup bersih harus tetap dilakukan."

Terkait vaksinasi yang digencarkan pemerintah kepada LUGAS Mulyadi mengungkapkan saat ini warga yang sudah vaksin di kelurahan Jatibening Baru sudah 91,17 persen.

"Kami mencari warga lagi untuk divaksin sesuai target 93 persen yang ditargetkan pemerintah kota Bekasi seperti yang telah disampaikan saat rakor bersama bapak walikota," kata Mulyadi.

Dikatakannya untuk mencapai target 93 persen gampang-gampang susah.

"Kita lakukan pendataan dengan prinsip by name, by address yang akurat, kita sandingkan dengan data yang ada disdukcapil, dan saat ini kami sudah melakukan vaksin door to door. Kita sisir  warga bersama dengan pihak puskesmas, babinsa, bimaspol dan tentunya kita kordinasi juga dengan RT dan RW. Sisa warga yang belum vaksin bisa kita dapatkan, karena mereka belum vaksin karena bisa saja saat mau divaksin saat itu tensinya tinggi, atau karena saat mau divaksin lagi kurang sehat sehingga saat itu belum bisa di vaksin. Jadi data itu ada," kata Mulyadi menerangkan.

Guna menyukseskan sosialisasi protokol kesehatan, Mulyadi memaksimalkan sinergi 4 pilar yakni pihaknya selaku Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Puskesmas. Selain itu ia juga mendapat dukungan penuh dari perangkat kerja di wilayahnya yang memiliki peran penting mulai dari pamor, RT, RW, Posyandu, PKK dan karang taruna.






Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar