Air Keruh Pascagempa, Perumda Duasudara Pastikan Kualitas Tetap Terjaga

 



LUGAS | BITUNG — Guncangan gempa yang melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memberi dampak langsung pada salah satu sumber air utama Kota Bitung. Di Mata Air Danowudu, air yang selama ini menjadi tumpuan warga berubah keruh, memicu langkah cepat dari Perumda Air Minum Duasudara.

Inspeksi mendadak dilakukan jajaran manajemen pada Kamis pagi. Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Alfred Salindeho, didampingi manajer umum, dewan pengawas, hingga tim teknis. Kehadiran lengkap unsur pimpinan menjadi penanda keseriusan perusahaan daerah ini dalam menjaga layanan di tengah situasi darurat.

Di lokasi, perubahan fisik air terlihat signifikan. Warna keruh muncul akibat sedimentasi yang terangkat dari dasar mata air setelah guncangan seismik. Kondisi tersebut membuat air belum memenuhi standar kelayakan konsumsi dan memerlukan penanganan khusus sebelum didistribusikan.

Direktur Utama Perumda Duasudara, Alfred Salindeho, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pelanggan menjadi prioritas utama.

“Mohon maaf kepada warga Kota Bitung, dampak bencana ini memang mempengaruhi kondisi sumber air kita. Saat ini air menjadi keruh, dan kami tidak ingin mengambil risiko dengan menyalurkan air yang belum memenuhi standar,” ujarnya saat meninjau langsung di lokasi.

Ia menjelaskan, fenomena ini merupakan dampak alamiah pascagempa, di mana endapan di dasar sumber air terangkat dan memengaruhi kualitas. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan teknis internal, melainkan faktor geologis yang tidak dapat dihindari.

“Kami pastikan ini bukan karena kelalaian operasional. Tim kami saat ini fokus melakukan pemantauan dan penanganan agar kualitas air segera kembali normal,” kata Salindeho.

Sebagai langkah mitigasi, Perumda melakukan pemantauan intensif terhadap tingkat kekeruhan serta kesiapan infrastruktur di sumber air. Opsi teknis seperti pengurasan jaringan (flushing) disiapkan guna memastikan tidak ada material lumpur yang masuk ke sistem distribusi pelanggan.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan juga mengedepankan transparansi kepada masyarakat. Warga diminta memahami adanya potensi gangguan sementara, sembari memastikan bahwa setiap tetes air yang dialirkan nantinya telah memenuhi standar kesehatan.

Upaya pemulihan kini terus berjalan. Tim teknis disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi air secara berkala. Perumda Duasudara menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan layanan, dengan memastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama.

Ketika kondisi alam kembali stabil, air dari Danowudu diharapkan kembali jernih—mengalir normal ke rumah-rumah warga, sekaligus menegaskan bahwa sistem layanan mampu beradaptasi di tengah tekanan bencana.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1