LUGAS | BITUNG — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Markas Komando Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Kota Bitung saat kegiatan halal bihalal digelar dalam rangka perayaan bulan Syawal, bertepatan dengan tradisi Hari Raya Ketupat.
Tak sekadar seremoni, momen ini menjadi ruang perjumpaan yang cair antara pemerintah dan masyarakat. Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., hadir langsung bersama sejumlah pejabat daerah tanpa jarak protokoler yang kaku. Mereka tampak berbaur, berjabat tangan, dan berbincang santai dengan warga yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan BSM. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ingin terus menjaga kebersamaan.
“Saya sangat mengapresiasi undangan dari BSM. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan lintas umat, dan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ini adalah kekuatan kita di Kota Bitung yang harus terus dijaga,” ujar Hengky.
Di tengah keberagaman yang menjadi wajah Kota Bitung, kegiatan ini memperlihatkan kebersamaan yang tumbuh alami. Warga non-Muslim di sekitar lokasi bahkan turut ambil bagian dalam persiapan acara, mulai dari membantu penyediaan makanan hingga menyambut tamu yang datang.
Sekretaris Jenderal BSM Kota Bitung, Ustad Rio Efendy, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah mempererat hubungan antarumat dan membangun kebersamaan nyata di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal tradisi, tapi bagaimana kita saling merangkul tanpa melihat perbedaan. Justru di sinilah kekuatan kita sebagai masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agus Momijo, Plt Dirut Perumda Pasar Bitung Ramlan Mangkialo, Camat Maesa Fatmawati, S.STP, Lurah Pateten Tiga Yulianty Maaruf, S.Sos., Lurah Bitung Tengah Tity Ahmad, S.Sos., Ketua BSM Kota Bitung Sapiing Palakua, serta sejumlah pejabat lainnya.
Kehadiran jajaran pemerintah, memberi kesan tersendiri bagi masyarakat. Interaksi berlangsung hangat tanpa sekat antara pejabat dan warga—dipenuhi tawa ringan, obrolan santai, hingga kebersamaan dalam menikmati hidangan.
Bagi BSM, ini merupakan kali kedua kegiatan halal bihalal digelar. Ke depan, mereka berharap momentum ini terus berlanjut sebagai ruang temu lintas umat—tempat di mana perbedaan tidak menjadi batas, melainkan kekuatan untuk saling mendekatkan.
Di tengah dinamika kehidupan kota, halal bihalal ini menjadi pengingat sederhana bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat tidak selalu harus dibangun lewat forum resmi, tetapi juga melalui momen-momen hangat yang menyentuh sisi kemanusiaan.
