Peresmian UNI PARJO di Pasar Jongke Solo, Wadah Akulturasi Budaya Minang x Jawa yang Menggugah Selera

SURAKARTA – Perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke) resmi digelar pada Sabtu (4/4/2026) di Pelataran Pasar Jongke, Kota Surakarta. Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam memperkuat akulturasi budaya Minangkabau dan Jawa di Kota Bengawan.

Ketua Panitia UNI PARJO, Franky Simon, menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir sebagai ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, komunitas budaya, serta masyarakat umum dalam merayakan keberagaman melalui kuliner dan seni.

“UNI PARJO kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan. Tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga merasakan harmoni budaya Minang dan Jawa dalam satu tempat,” ujarnya.

Berbagai sajian khas Nusantara turut meramaikan acara ini, mulai dari kuliner Minang seperti nasi padang, sate padang, soto padang, lontong padang, hingga teh talua dan kopi kawa. Tak ketinggalan, aneka kuliner khas Jawa seperti nasi pecel, nasi liwet, sate kere, bakmi, hingga minuman tradisional seperti wedang uwuh dan ronde juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain kuliner, UNI PARJO juga dimeriahkan oleh penampilan hiburan dari KlaNesia Band feat Uda Robby, serta pertunjukan seni pembuka dari seniman ISI Surakarta yang menghadirkan nuansa budaya kental dan autentik.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surakarta, Ikatan Keluarga Minang (IKM), serta Paguyuban Pedagang Pasar Jongke, sebagai bagian dari upaya pengembangan potensi lokal dan penguatan identitas budaya daerah.

Wali Kota Surakarta, yang diwakili oleh Lurah Pajang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai UNI PARJO menjadi contoh nyata kolaborasi budaya yang mampu mempererat persatuan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD IKM Kota Surakarta, Yunaldi Efendi Piliang, menyampaikan bahwa UNI PARJO bukan sekadar perhelatan kuliner, melainkan ruang perjumpaan budaya yang memperkuat nilai silaturahmi dan gotong royong.


“Di ma bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang (Di mana kita berpijak (tinggal), di situ pula kita menjunjung tinggi aturan, adat, dan budaya setempat). Di Solo kami hidup bersama, menghormati adat setempat sembari memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau,” ungkapnya.

Ia juga berharap UNI PARJO dapat menjadi ikon baru wisata budaya dan kuliner di Kota Surakarta sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kawasan Pasar Jongke.

Rencananya, kegiatan ini akan terus digelar secara berkelanjutan. Masyarakat pun diundang untuk hadir dan merasakan langsung pengalaman kuliner dan budaya dalam satu ruang yang penuh warna dan kebersamaan. (Rizal Malin Kayo)

Catatan Redaksi:
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia UNI PARJO, Franky Simon di nomor 0857-4124-0168.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1