Program yang digagas melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga instrumen untuk mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi mengolah dan memanfaatkan sampah dari sumbernya.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menjelaskan bahwa tim penilai telah melakukan verifikasi lapangan terhadap puluhan LPS yang tersebar di berbagai kelurahan. Penilaian melibatkan sejumlah unsur, mulai dari DLHK, TP PKK hingga Dharma Wanita Persatuan.
Aspek yang dinilai meliputi cakupan pelayanan, sistem pengelolaan sampah, inovasi pengolahan, keterlibatan masyarakat, hingga kemampuan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Semakin besar kontribusi LPS dalam mengolah sampah dari sumbernya, semakin tinggi nilai yang diperoleh.
Langkah ini dinilai strategis mengingat persoalan sampah perkotaan terus menjadi tantangan seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Keberadaan LPS di tingkat kelurahan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah secara berkelanjutan.
![]() |
| Lurah Agrowisata, Zulken, SP. |
Apresiasi dari Pemko Pekanbaru mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk para pengelola lingkungan di tingkat kelurahan. Lurah Agrowisata, Zulken, SP., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah kota kepada para pegiat lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru atas dukungan dan apresiasi yang diberikan kepada kami. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di lapangan untuk terus bekerja dan berinovasi dalam menciptakan lingkungan yang semakin bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Zulken di komplek perkantoran wali kota Pekanbaru pada Selasa (23/6).
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan regulasi, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah, pengelola lingkungan, dan masyarakat. Karena itu, dukungan berupa penghargaan menjadi pemicu semangat bagi para pengelola sampah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan edukasi kepada warga.
Pemberian hadiah umrah bagi LPS terbaik juga menjadi pesan kuat bahwa pengabdian di sektor lingkungan memiliki nilai strategis dalam pembangunan kota. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, pengurangan pencemaran lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup warga.
Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap lahir lebih banyak inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah. Dengan demikian, upaya mewujudkan Pekanbaru yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat melalui partisipasi aktif masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.


