Polres Bitung Menyapa Empat Iman, Bhakti Religi Jadi Pesan Toleransi Hari Bhayangkara ke-80

 



LUGAS | BITUNG — Pagi masih menyisakan kesejukan ketika ratusan personel Polres Bitung mulai menyebar ke empat rumah ibadah di Kota Bitung, Jumat, 19 Juni 2026. Mereka datang bukan untuk menjalankan tugas pengamanan atau penegakan hukum, melainkan membawa sapu, alat kebersihan, dan semangat gotong royong dalam kegiatan Bhakti Religi menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai memimpin langsung kegiatan yang berlangsung serentak di Gereja Katolik Santo Antonius De Padua, Masjid Al Muttaqien, Klenteng Seng Bo Kiong, dan Pura Utara Segara. Keempat rumah ibadah itu menjadi simbol keberagaman masyarakat Kota Bitung yang selama ini hidup berdampingan dalam harmoni.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Detta Albert Zai, Wakapolres Kompol Johanis Heintje Daniel Korompis, serta jajaran pejabat utama Polres, Kapolres ikut membaur bersama personel, pengurus rumah ibadah, dan warga membersihkan lingkungan tempat ibadah.

Tidak tampak batas antara pimpinan dan anggota. Mereka bekerja bersama, mengangkat sampah, membersihkan halaman, hingga merapikan area sekitar rumah ibadah. Aktivitas sederhana itu menjadi ruang pertemuan antara aparat negara dan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan egaliter.

Albert Zai mengatakan Bhakti Religi bukan sekadar agenda rutin menyambut Hari Bhayangkara, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial antara Polri dengan masyarakat lintas agama.

“Rumah ibadah merupakan tempat pembinaan nilai moral dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Bitung,” ujarnya.

Kehadiran jajaran Polres Bitung mendapat sambutan positif dari para pemuka agama. Pastor Alexander Tamangendar dari Gereja Santo Antonius De Padua menilai kehadiran polisi dalam kegiatan sosial di rumah ibadah menunjukkan kedekatan yang baik antara aparat dan umat.

Apresiasi serupa datang dari Imam Masjid Al Muttaqien, Ustad Arifin Moha, Ketua Klenteng Seng Bo Kiong Sukardi, dan Ketua PHDI Kota Bitung I Wayan Sumartawan. Mereka menilai kegiatan tersebut bukan hanya menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga merawat hubungan antarumat beragama dan memperkuat rasa persaudaraan.

Bhakti Religi yang berlangsung sekitar dua jam itu berakhir dalam suasana akrab. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, kegiatan sederhana seperti menyapu halaman rumah ibadah menjadi pesan bahwa menjaga keamanan tidak selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi juga dari kedekatan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.

Memasuki usia ke-80, Polri melalui Polres Bitung berupaya menegaskan wajah pelayanan yang lebih humanis—hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, tetapi juga saat merawat nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1