Alfina Braner Hadiri Dangdut Academy, Dendang Minang Menggema Indosiar

Screenshoot Indosiar Alfina Braner. 

LUGAS | Jakarta (2/9) — Penyanyi Minang Alfina Braner turut menjadi sorotan saat menghadiri acara Dangdut Academy 8 yang tayang di Indosiar. Kehadiran penyanyi yang tengah menjadi perhatian pencinta musik Minang tersebut menjadi warna tersendiri di tengah meriahnya panggung pencarian bakat yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Nama Alfina Braner semakin dikenal di kalangan pencinta musik Minang. Ia aktif menghasilkan karya dan berkolaborasi dengan sejumlah musisi Minang, termasuk Alkawi. Karya-karyanya turut memperlihatkan bagaimana musik Minangkabau terus berkembang dan menjangkau pendengar lintas generasi.

Popularitas Alfina juga semakin terlihat melalui media sosial. Akun TikTok Alfina disebut telah memperoleh tanda centang biru. Pencapaian tersebut menjadi salah satu penanda semakin kuatnya eksistensi Alfina di ruang digital. TikTok dengan jangkauan pengguna yang bersifat internasional juga membuka peluang bagi musik Minang untuk dikenal lebih luas, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat di berbagai negara.

Kehadiran Alfina di Dangdut Academy semakin menarik perhatian ketika salah satu kontestan, Murama asal Sijunjung, Sumatera Barat, tampil membawa identitas Minangkabau ke panggung nasional. Murama membawakan lagu bernuansa dendang Minang, termasuk “Dendang Parantauan” ciptaan Alkawi, yang mendapatkan perhatian penonton.

Penampilan Murama menjadi momentum penting bagi pelestarian musik tradisi Minangkabau. Dendang yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Minang dapat kembali diperkenalkan kepada jutaan masyarakat Indonesia melalui panggung televisi nasional.

Bahkan, atas arahan pembawa acara (MC), Alfina Braner sempat menyanyikan cuplikan lagu “Dendang Parantauan” yang sebelumnya dibawakan Murama. Momen tersebut menjadi semakin menarik karena dua generasi penyanyi Minang hadir dalam satu momentum untuk menghidupkan kembali lagu dan dendang khas Minangkabau.

Cuplikan yang dinyanyikan Alfina seolah menjadi bentuk dukungan terhadap Murama sekaligus pesan bahwa lagu tradisi Minang masih memiliki tempat di hati generasi muda. Dendang Minang tidak harus berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus dibawakan melalui panggung hiburan modern dan platform digital.

Penampilan Murama juga mendapat respons emosional dari para juri. Dalam salah satu penampilannya, Murama bahkan mendapatkan standing ovation dari Soimah, Dewi Perssik dan Lesti Kejora. Momen tersebut semakin memperlihatkan bahwa kekayaan musik daerah mampu memberikan warna kuat di panggung kompetisi musik nasional.

Bagi masyarakat Minangkabau, tampilnya Murama dan kehadiran Alfina Braner bukan sekadar hiburan. Ada pesan kebudayaan yang ikut dibawa, yakni bagaimana generasi muda dapat menjadi penerus tradisi melalui cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dari Sijunjung menuju panggung televisi nasional, dendang Minang kembali terdengar oleh masyarakat luas. Sementara melalui TikTok dan platform digital lainnya, suara penyanyi Minang memiliki peluang menjangkau penonton lintas negara. Diketahui Murama adalah Talent dari SKY MUSIK DIGITAL produser Jaisky

Ketika generasi muda berani membawa dendang tradisi ke panggung modern, musik Minangkabau tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup, berkembang dan menemukan pendengar baru di tengah perubahan zaman. (Rizal Putra Milda)

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1